Sabtu, 21 Oktober 2017

market-outlook  Market Outlook

Ekspektasi Stimulus Mulai Merambah Pasar China

Senin, 24 Maret 2014 16:53 WIB
Dibaca 728

Monexnews - Kekhawatiran perlambatan ekonomi yang selama ini mewarnai pasar China daratan justru memicu ekspektasi bahwa pemerintah China akan mengeluarkan kebijakan stimulus moneter demi mencegah melambatnya pertumbuhan.

Wacana tersebut kian merebak setelah data aktivitas manufaktur China kembali mengecewakan pasar dengan angka yang kian menyusut. Data rilis cepat (flash) atas aktivitas manufaktur PMI yang dikalkulasi oleh HSBC-China tercatat menurun ke level 48.1 di bulan Maret dari bulan sebelumnya di angka 48.5. Angka tersebut sekaligus mencatat penyusutan aktivitas sektoral dalam tiga bulan berturut-turut.

Program kebijakan stimulus ekonomi tersebut, memang sempat di singgung pada rapat akbar tahunan National People’s Congress (NPC) yang digelar 5-13 Maret lalu. PM Li Keqiang selain menargetkan ekspansi pertumbuhan sebesar 7.5%, pihaknya siap menggelontorkan stimulus apabila perekonomian mulai menunjukkan sinyal perlambatan.

Sementara komitmen otoritas Beijing untuk melakukan reformasi ekonomi turut memperkuat optimisme dikalangan investor setelah wakil Perdana Menteri - Zhang Gaoli, menegaskan kembali komitmen China untuk menjalankan reformasi ekonomi. Zhang menjelaskan bahwa China akan memberlakukan tingkat suku bunga dan nilai tukar yuan yang sesuai dengan keadaan pasar. Pihaknya akan memperkenalkan sistem pasar yang modern namun kompetitif. Di sisi lain, bank sentral China akan terus melonggarkan kendalinya atas nilai tukar yuan dan mengizinkan perbankan untuk menentukan sendiri tingkat suku bunga pinjaman-nya.

Dan baru-baru ini pemerintah telah merealisasikan reformasi tersebut. Kalangan investor langsung menyambut positif kebijakan reformasi terbaru yang rilis akhir pada pekan lalu, dimana pihak China Securities Regulatory Commission dikabarkan telah memperluas opsi pembiayaan bank dalam upaya untuk meningkatkan sentimen pasar. Tercatat 50 perusahaan ternama yang terdaftar di bursa Shanghai saat ini diperbolehkan dan bisa menambah dana modalnya dengan menjual saham preferen.

Dengan demikian, kebijakan tersebut diharapkan bisa membuat kinerja saham-saham lebih atraktif lagi sehingga hal itu akan menambah minat investor untuk gemar mengoleksi sejumlah portofolio efek di pasar China daratan termasuk di bursa Hong Kong.

 

 

(Daru Wibisono)

 

 

 

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar