Kamis, 30 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

market-outlook  Market Outlook

Eksportir Jepang Punya Ruang untuk Pangkas Harga Barang

Jumat, 16 Agustus 2013 15:09 WIB
Dibaca 1179

Monexnews - Sebagian besar perusahaan berbasis impor asal Jepang sangat diuntungkan oleh trend pelemahan nilai tukar Yen terhadap Dollar sejak akhir tahun lalu. Namun sesungguhnya mereka belum sepenuhnya memanfaatkan penurunan kurs karena masih beradaptasi.

Menurut Junichi Makino, Kepala Ekonomi Nikko Securities, pihak eksportir masih memiliki ruang untuk menurunkan harga barang-barang dagangannya di luar negeri. Sejak Yen melemah, banderol harga berbagai produk belum berubah dan daya tariknya di mata konsumen semata muncul karena harganya lebih murah di saat Dollar melemah. Padahal semestinya para perusahaan bisa menurunkan harga masing-masing produknya sehingga prospek penjualan untuk jangka panjang bisa lebih baik lagi. "Sekarang, perusahaan ekspor sedang fokus mengembalikan laba pasca penderitaan bisnis selama lima tahun terakhir (akibat penguatan Yen)," urai Makino. Menurutnya, pelaku ekspor akan mulai memangkas harga produknya di luar negeri sekitar satu tahun ke depan. Dengan begitu, maka harga produk Jepang di pasar luar negeri bisa lebih bersaing lagi terutama jika disejajarkan dengan barang-barang asal Jerman dan Korea Selatan. Berbeda dengan Jepang, dua negara ini tidak lagi memiliki ruang untuk menurunkan harga produknya sehingga bisa kalah bersaing dengan barang buatan negeri sakura di masa depan. Kecil kemungkinan nilai tukar Euro dan Won bisa melemah sebegitu besarnya terhadap Dollar sebagaimana apa yang dialami oleh Yen. Nikko Securities memperkirakan perekonomian Jepang akan tumbuh dalam rasio riil 2.8% dalam satu tahun (sampai dengan bulan Maret berikutnya). Setelah itu, kenaikan volume permintaan produk dari luar negeri akan membantu kenaikan rasio pertumbuhan nasional sebesar 1.0% di tahun berikutnya.

Di tengah pelemahan kurs Yen, banyak perusahaan berbasis ekspor sudah meraup laba besar dari pasar luar negeri. Salah satunya adalah Toyota Motor Corp., yang dua pekan lalu mengumumkan kenaikan laba bersih untuk kuartal April-Juni 2013 sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produsen mobil terbesar Jepang mencatat laba bersih senilai 562.19 miliar yen ($5.6 miliar) dalam periode perhitungan tiga bulan yang berakhir bulan Juni atau naik dibandingkan perolehan laba kuartal yang sama tahun 2012 yakni 290.35 miliar Yen.

Meskipun daya beli konsumen lokal masih lemah, perseroan masih mampu menghasilkan laba dari pasar luar negeri. Pelemahan nilai tukar Yen dalam beberapa bulan terakhir membuat harga jual produknya lebih murah di mata konsumen luar negeri. Di sisi lain, Toyota juga berhasil menekan biaya produksi sehingga efisiensi neraca berhasil dilakukan. Dalam komponen keuangan yang baru dirilis, angka revenue Toyota naik 13.7% menjadi 6.255 triliun Yen dan laba operasional melonjak 87.9% menjadi 663.38 miliar Yen dibandingkan catatan kuartal yang sama tahun lalu. Nilai tukar Yen saat ini terpantau pada posisi 97.36 per Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar