Jumat, 28 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Emas akan Tutup Tahun di Kisaran $1,375?

Rabu, 3 April 2013 11:24 WIB
Dibaca 894

Monexnews - Penilaian pesimis terkait kinerja harga emas kembali muncul dari pengamat komoditi. Adalah Michael Haigh dari Societe Generale yang meramalkan nilai logam mulia favorit investor ini anjlok hingga 15% di penghujung tahun 2013.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Michael Haigh memandang prospek harga emas tidak lagi cerah. Sejak awal tahun, proyeksi harga cenderung bearish dan tidak ada tanda-tnada menuju kenaikan. "Kebetulan kondisi sekarang mirip dengan penghujung era kejayaan emas terdahulu, tepat sebelum aksi jual melemahkan harga hingga 1,5%," ujarnya. Haigh juga menjelaskan substansi laporan yang dirilis Societe Generale, yang berjudul 'Akhir dari Era Kejayaan Emas'. Menurutnya, kondisi makroekonomi akan menjadi pemicu penurunan harga dalam waktu yang tidak lama lagi.

"Faktor non-fundamental bagi komoditi lain seperti gandum dan minyak mentah, justru menjadi penggerak utama harga emas," tambah Haigh. Adapun komponen-komponen ekonomi yang rawan mempengaruhi harga antara lain suku bunga riil, penguatan Dollar, pertumbuhan GDP yang kecil dan lain sebagainya. Seiring pemulihan ekonomi berlangsung, maka emas akan semakin kehilangan daya tariknya. Jika melihat ke depan, kenaikan suku bunga secara umum berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Singkat kata, perubahan suku bunga mencerminkan aktivitas ekonomi di negara-negara maju. "Jadi saat suku bunga bergerak naik, dampaknya positif terhadap komoditi lain tetapi tidak untuk emas," tegas Haigh.

JIka menilik pada sejarah beberapa tahun silam, kenaikan suku bunga berimbas pada kenaikan harga komoditi. Pesatnya kemajuan ekonomi membuat permintaan terhadap hasil bumi bertambah sehingga harganya ikut naik. Namun emas tidak demikian. Aksi beli semakin berkurang apabila kondisi perekonomian makro terus membaik, khususnya jika mengacu pada angka GDP. "Investor telah mendorong kenaikan harga emas dalam 10 tahun terakhir, sementara rally 5 tahun belakangan lebih disebabkan kekhawatiran inflasi akibat trend stimulus moneter dari bank-bank sentral," imbuhnya. Sementara saat ini suku bunga tergolong rendah dan membuat investor enggan menambah porsi kepemilikannya. Ketika ditanya soal proyeksi harga, Haigh memperkirakan emas berkisar di $1,375 per ons sebelum penghujung tahun ini. Hingga hari Rabu (03/04), kontrak emas berjangka terpantau di $1567.76 per ons. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar