Sabtu, 16 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

'Eropa Tidak akan Berani Embargo Rusia'

Rabu, 5 Maret 2014 15:02 WIB
Dibaca 5269

Monexnews - Amerika Serikat menebar ancaman kepada pihak Rusia terkait krisis Ukraina. Washington konon tidak sungkan untuk memberlakukan embargo ekonomi kepada negeri beruang merah akibat aksi mobilisasi tentara Presiden Vladimir Putin di wilayah Crimea. Namun efektivitas gertakan Amerika bisa saja berujung sia-sia karena tidak ada jaminan akan diikuti oleh sekutunya, terutama negara-negara Eropa dan Inggris. Mengapa?

Amerika Serikat mengecam latihan militer Rusia di wilayah Crimea yang berdekatan dengan batas negara Ukraina. Atas nama kemanusiaan, Gedung Putih meminta Kremlin untuk mengutamakan diplomasi kelembagaan ketimbang ikut campur dalam transisi politik di negara tetangganya itu. Ancaman sanksi ekonomi kepada Rusia telah dilontarkan, namun bukan berarti sekutu Amerika seperti Uni Eropa dan Inggris akan mematuhi titah Obama untuk mengucilkan eks-negara Soviet. Peran Rusia terhadap perekonomian benua biru tidak bisa dibilang kecil sehingga ancaman embargo ekonomi masih sangat jauh dari kenyataan. Paling maksimal, Uni Eropa dan Inggris hanya berani memberlakukan larangan kunjungan dan membekukan izin visa bagi warga dan pejabat Rusia. Lebih dari itu, rasanya tidak mungkin. Berikut adalah sebagian alasan mengapa Uni Eropa dan Inggris tidak akan berani menerapkan sanksi ekonomi kepada Rusia: 

- Zona Euro masih dalam tahap pemulihan ekonomi. Pemutusan kerjasama dengan pihak Rusia hanya akan memperburuk keadaan mengingat negara itu adalah mitra dagang terpenting ke-tiga bagi Uni Eropa setelah Amerika dan China. Nilai perdagangan antara kedua wilayah mencapai rekor tertinggi 336 miliar Euro pada tahun 2012 lalu atau 10 kali lipat lebih besar dibandngkan volume perdagangan antara Rusia dan Amerika Serikat. 

- Apabila ditambah dengan ekspor jasa, maka nilai kerjasama Rusia-Uni Eropa menembus angka fantastis $520 miliar. 

- Rusia merupakan pemasok energi terbesar bagi Uni Eropa. Tidak heran jika harga minyak sempat melonjak pada hari Senin kemarin karena lalu lintas suplai ke benua biru terancam oleh tingginya tensi politik Eropa Timur. 

- Setengah dari total volume ekspor minyak Rusia ke Eropa melewati wilayah Ukraina. 

- Sementara produk ekspor dari Uni Eropa ke Rusia didominasi oleh perangkat mesin, alat transportasi, bahan kimia, obat-obatan dan produk pertanian.

- Jerman menjadi negara Eropa dengan tingkat ketergantungan tertinggi terhadap produk migas dari Rusia. 

- Mantan kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, merupakan anggota komite pemegang saham Nord Stream, yaitu perusahaan joint venture antara raksasa minyak Rusia Gazprom dan empat perusahaan energi Eropa yang berasal dari Jerman, Belanda dan Prancis. Nord Stream sendiri telah menanamkan modal 7.5 miliar Euro ($10.3 miliar) untuk membangun pipa ganda yang akan mengalirkan minyak melalui Laut Baltik. 

- Perusahaan energi terbesar Inggris, British Petroleum (BP), adalah pemegang saham terbanyak ke-dua di Rosneft (produsen minyak terbesar Rusia). 

- Perusahaan otomotif, minuman, perbankan dan retailer Eropa akan menderita apabila perang dingin jilid 2 benar-benar terjadi. 

- Uni Eropa adalah investor terbesar Rusia dengan estimasi modal asing langsung (FDI) mencapai 75% dari total dana asing yang berputar di sektor riil Rusia. 

- Orang-orang kaya Rusia memiliki aset menggurita di wilayah Eropa Barat. Mereka merupakan pemborong real estat di negara-negara dengan pajak rendah seperti Siprus, dan bahkan menyekolahkan anak-anaknya di sana. 

- Sebanyak 9% penjualan rumah mewah di Inggris (kategori di atas 1 juta Poundsterling per unit) berasal dari kocek orang Rusia (data Knight Frank, 2013).

- Sekolah-sekolah swasta di Inggris juga menikmati uang orang Rusia. Menurut Independent Schools Council, jumlah anak-anak asal Rusia yang bersekolah di lembaga pendidikan milik Inggris naik 27% pada bulan Januari tahun lalu dibandingkan periode yang sama tahun 2012. 

- Jumlah siswa Rusia di Inggris adalah yang ke-tiga terbanyak setelah China dan Jerman.

 

 (dim)

tiny.cc/file64724

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar