Jumat, 24 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Faktor Eksternal Akan Bebani Prospek Kospi

Rabu, 19 Maret 2014 15:54 WIB
Dibaca 666

Monexnews -

Secara umum aktivitas perdagangan di Asia terlihat lesu pada hari Rabu (19/3) di tengah suasana kehati-hatian menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve ditambah kekhawatiran pasar terhadap kondisi kesehatan sektor properti China.

Federal Open Market Committee sedianya akan mengakhiri sesi penetapan kebijakan pada malam nanti setelah melakukan rapat selama dua hari. Dan sudah banyak diperkirakan bakal terus menjalani kebijakan tapering sambil menahan suku bunga acuan di dekat kisaran nol. Kondisi tersebut membuat indeks KOSPI - Korea Selatan akhirnya berakhir negatif pada penutupan perdangan hari Rabu ini, dan membuat indeks harus menerima kekalahan dengan tergerus di bawah psikologis 2000.

Untuk prospek ke depannya, kinerja KOSPI akan banyak terpengaruh oleh isu perlambatan ekonomi di Asia, menyusul buruknya data GDP kuartal IV Jepang dan data fundamental China sepanjang bulan ini. Di samping itu, faktor geopolitik juga akan membebani indeks terutama menyangkut eskalasi konflik di Ukraina dan aksi militer Korea Utara.

Dari sisi domestik, beberapa data ekonomi Korea Selatan dirilis kurang memuaskan sepanjang bulan ini, Aktivitas PMI manufaktur versi HSBC merosot dari 50.9 ke level 49.8 di bulan Februari. Bahkan data yang baru rilis hari ini kembali mengecewakan publik. Data PPI growth y/y tercatat kian memburuk -0.9% di Februari dari angka sebelumnya -0.3%. Sedangkan untuk PPI m/m unchanged dari sebelumnya +0.2%.

Adapun alasan yang bisa dipakai oleh investor untuk tetap menanamkan modalnya di bursa saham adalah data perdagangan Korsel yang masih solid di bulan ke-dua tahun 2014. Volume ekspor tercatat naik 1.6% ke angka $42.989 miliar, setelah satu bulan sebelumnya sempat menurun 0.2%. Sedangkan tingkat impor naik 4.0% menjadi $42.064 miliar atau jauh melampaui harapan analis di pasar keuangan. Kombinasi kenaikan ekspor impor menciptakan perbaikan surplus perdagangan dari $760 juta menjadi $926 juta. Kinerja apik sektor perdagangan itu terjadi di tengah iklim percepatan ekonomi mitra dagangnya, Amerika Serikat. (dar)

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar