Rabu, 20 September 2017

market-outlook  Market Outlook

Faktor Geopolitik Akan Batasi Ruang Gerak Investor

Senin, 21 Juli 2014 14:43 WIB
Dibaca 800

Monexnews -

Pekan ini perhatian pasar masih akan tertuju ke perkembangan geopolitik di Ukraina dan Gaza. Eskalasi ketegangan di wilayah Ukraina berpotensi meningkat lantaran hingga saat ini kedua kubu militer dari pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Rusia belum mau bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat penumpang Malaysia yang menewaskan 298 orang.

Bahkan ke dua belah pihak saling menuduh atas jatuhnya pesawat tersebut yang diakibatkan oleh tembakan misil dari darat ke udara. Sedangkan dari jalur Gaza, pihak Israel terus melancarkan serangan darat secara masif ke militan Hamas di wilayah Palestina yang berpenduduk dan tidak mengindahkan berbagai kecaman yang datang dari dunia internasional.            

Alhasil, eskalasi geopolitik tersebut berpotensi menyulut kehawatiran global sehingga akan mendorong sentimen risk aversion atau hindar risiko terutama pada sektor saham maupun komoditas di lantai bursa dunia termasuk di Asia.    

Di pasar China daratan, penguatan indeks Hang Seng maupun Shanghai nampak akan terbatas lantaran akan digelayuti oleh kekhawatiran sektor hunian pasca data home prices China yang rilis mengecewakan pada akhir pekan lalu. Rerata harga rumah baru di China merosot di angka tahunan terburuknya sepanjang tahun ini hingga di bulan Juni. Sedangkan harga rumah baru bulanan tercatat merosot di 55 kota dari 70 kota yang disurvei sepanjang bulan Juni.

Dan pekan ini (24/7) pihak HSBC China akan merilis data manufaktur PMI (estimasi awal) yang diperkirakan masih ekspansif. Sementara otoritas Hong Kong akan merilis data inflasi di awal pekan (21/7) dan data ekspor/impor di hari Kamis (24/7).

Di bursa Tokyo, kalangan eksportir akan tertekan oleh nilai tukar yen yang masih cenderung kuat di bawah kisaran 102 vs dollar AS. Dan rally Nikkei kemungkinan terbatas seiring munculnya data perdagangan yang akan tayang hari Kamis (24/7) serta data inflasi di akhir pekan (25/7).

Sementara investor di negeri gingseng akan menantikan data GDP kuarta II yang akan rilis hari Kamis (24/7) sebagai petunjuk pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan guna meningkatkan produktivitas sektor industri Korea.   

 

 

(DaruWibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar