Monexnews - Euro mengembalikan penguatan sebelumnya terhadap dollar AS di sesi perdagangan Asia hari Senin ini, saat optimisme yang melingkupi kemenangan yang diperkirakan oleh para partai pro-bailout hari Minggu kemarin membuktikan bahwa reli yang dialami Euro hanya berlangsung sementara.
Tetapi, ada seorang strategist yang masih memperkirakan outlook yang masih membaik untuk Euro, dan hanya memiliki sedikit keterkaitan dengan Yunani.
“(Satu) alasan kami perkirakan bahwa Euro alan bergerak naik tidak ada hubungannya dengan Yunani. Kami pikir Fed akan membuka peluang lebih besar untuk stimulus lanjutan (hari Rabu)”, dikatakan Ashraf Laidi, Global Chief Strategist dari City Index kepada Asia’s Squawk Box di CNBC. Laidi memperkirakan bahwa Euro-dollar AS akan bergerak menguat setingginya ke 1.2850 pekan ini.
Merujuk pada lemahnya data ekonomi AS, Laidi memperkirakan bahwa bank sentral AS tersebut akan melanjutkan program Operation Twist para pertemuan 19-20 Junu mendatang.
Program senilai $400 miliar tersebut, yang telah diumumkan pada bulam September dan akan berakhir bulan ini, melibatkan penjualan janga pendek untuk obligasi dan pembelian obligasi dengan jangka waktu yang lebih panjang. Tujuan dari hal tersebut adalah untuk menurunkan tingkat bunga pinjaman jangka panjang dan mendorong tingkat pinjaman dan pengeluaran.
(ar)

Komentar