Rabu, 23 Agustus 2017

market-outlook  Market Outlook

Fluktuasi Minyak Berpeluang Picu Kenaikan Harga BBM

Kamis, 5 September 2013 11:15 WIB
Dibaca 650

Monexnews - Lonjakan harga minyak telah menyebabkan instabilitas neraca berjalan begitu banyak negara Asia. Sebagai salah satu komponen terpenting dalam anggaran belanja nasional, harga energi yang terlalu tinggi rentan menciptakan defisit.

Negara-negara Asia sanga terbebani oleh kenaikan harga minyak mentah dalam beberapa bulan terakhir. Sentimen konflik politik dan militer di negara-negara Timur Tengah membuat pasar komoditi bergejolak karena prospek suplai menjadi kurang jelas. Sepanjang terjadinya konflik Syria, harga minyak mentah melambung ke atas kisaran ideal $100 per barel. Harga yang terlalu tinggi memaksa pemerintah negara berkembang harus merogoh kocek anggaran lebih dalam. Tipikal masalah yang dihadapi karena fenomena ini tak lain adalah inflasi tinggi dan defisit perdagangan yang makin lebar.

Menurut analis Bank of America Merrill Lynch, Hak Bin Chua, negara paling rawan terkendala oleh lojakan harga minyak di antaranya yaitu Thailand, Korea Selatan dan India. Ketiganya menghabiskan porsi GDP masif hanya untuk mengimpor minyak bumi. Sementaran Indonesia, Malaysia dan Thailand adalah negara-negara dengan tanggungan subsidi bahan bakar terbesar di Asia. "Kenaikan harga minyak berakibat pada pembengkakan biaya subsidi BBM dan memicu defisit fiskal di beberapa negara ASEAN," ujar Chua. Defisit Indonesia sudah menembus $2.8 miliar di bulan Juli 2013 dan surplus perdagangan minyak Malaysia sudah berbalik menjadi defisit di awal tahun ini. "Skenario terburuk dari gejolak minyak yaitu kenaikan harga BBM dan tekanan inflasi yang makin tidak terkendali," tutup Chua. Kontrak berjangka minyak mentah kini terpantau pada posisi $107.46 per barel.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar