Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

market-outlook Market Outlook

Fokus Bursa Asia Pekan Depan

Jumat, 25 Januari 2013 17:28 WIB
Dibaca 552

Monexnews -

Outlook pekan depan khususnya pada Jepang dan China, sentimen akan dipengaruhi oleh laporan manufaktur PMI China yang akan dirilis dapat menambah optimisme rebound ekonomi China secara keseluruhan setelah data bulan Desember yang relative positif, diharapkan laporan untuk bulan January juga masih menunjukkan konsistensi laju pertumbuhan.

Pemerintah China juga mengakui bahwa kondisi ekonomi selalu positif, sehingga persepsi para pelaku pasar juga lebih baik terhadap laju pertumbuhan.

Selain itu perhatian juga akan beralih pada musim laporan earnings di Jepang. Berbagai korporat Jepang kini memasuki laporan tahun fiskal ketiga nya yang berarti kurang begitu signifikan namun bisa dijadikan indikator pertumbuhan tahunan.

Diperkirakan berbagai industri Jepang masih tunjukkan penjualan yang flat dari tahun ke tahun, namun beberapa saham tertentu masih potensial menunjukkan kejutan setelah pulih dari gempa di 2011. Meskipun ada kendala boikot beberapa produk ekspor oleh China, namun imbas nya ternyata tidak terlalu separah yang ditakutkan sebelumnya.

Laporan pendapatan Honda yang akan menjadi fokus di pekan mendatang, diekspektasi menunjukkan laporan pertumbuhan penjualan 25% YoY, diikuti dengan perkiraan kenaikan profit operation hingga 5% - 6%. Kenaikan laju laba produsen otomotif seperti Honda juga turut ditopang oleh pelemahan Yen sejak Q3 dipengaruhi kebijakan Shinzo Abe.

Dari sisi ekonomi, hasil survey Tankan juga dapat menambah optimisme, perbaikan kondisi global untuk pasar ekspor seharusnya dapat memperbaiki jumlah produksi industri di Jepang setidaknya menjadi 1% pertumbuhan Year-on-Year.

Kawasan Asia lainnya yang menarik, yakni di Korea, meskipun terjadi pelemahan Yen Jepang, namun sebaliknya Korea Won terapresiasi dengan tajam, namun ekspor Korea masih tetap solid. Bagaimapun eksportir besar seperti Samsung Electronics tidak banyak menghasilkan lapangan kerja di domestik, karena perusahaan tersebut berproduksi secara global, selain itu kebanyakan penduduk Korea tidak mau lagi bekerja di pabrik dan memilih untuk bekerja di industri jasa domestik, sehingga apresiasi Korea Won justru bermanfaat bagi sektor tersebut.

Sehingga posisi Korea sebenarnya tidak terlalu menginginkan nilai tukarnya dilemahkan, berkebalikan dengan Jepang, asalkan selama pasar ekspor global tidak terlalu parah sehingga laju ekspor dan pertumbuhan tetap terjaga.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar