Sabtu, 22 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Fokus Bursa Asia Pekan Depan

Jumat, 18 Juli 2014 19:19 WIB
Dibaca 698

Monexnews -

Fokus para pelaku Asia sepanjang pekan depan antara lain serangkaian laporan earnings Q2 korporasi Asia, dimulai dari produsen otomotif Korsel, Hyundai Motors yang diekspektasikan mengumumkan laporan laba hari Kamis pekan depan.

Di triwulan pertama, Hyundai membukukan laba terendah dalam setahun terakhir terimbas oleh penguatan nilai tukar Won, serta proses recall kendaraan Hyundai yang cacat di AS sepanjang tahun lalu, diikuti juga oleh hasil penjualan yang mengecewakan dan kekacauan di manajemen. Meski demikian berbagai analis memperkirakan hasil laba yang bullish dari Hyundai.

Perhatian selanjutnya akan tertuju pada sektor manufaktur China, setelah mendapatkan laporan GDP Q2 yang cukup positif, para investor akan memperhatikan rilis survey awal factory activity. Di bulan Juni lalu, output pabrik menunjukkan ekspansi pertama dalam 6 bulan terakhir ditunjang oleh meningkatnya pesanan barang baru.

Fokus juga akan tertuju pada Indonesia yang diestimasikan akan mengumumkan Presiden baru yang terpilih di hari Selasa pekan depan, menyusul hasil pemilu yang menunjukkan kedua kandidat mengklaim kemenangan. Presiden yang mungkin akan terpilih untuk 5 tahun ke depan adalah Joko Widodo, mantan Gubernur Jakarta yang meraih popularitas sebagian pada image nya yang bersih dan janji untuk memberantas korupsi. Penantangnya adalah ex-Jendral Prabowo Subianto yang membangun citra pemimpin yang tegas yang dibutuhkan oleh Indonesia agar lebih makmur.

Situasi pemilu kali ini juga merupakan yang kali pertama menunjukkan hasil yang ketat, namun para pelaku pasar telah mengantisipasi kemenangan Widodo terlebih dahulu pada pekan lalu.

Dari Jepang, para investor juga akan menunggu laporan inflasi bulan Juni yang dirilis hari Jumat. Pada bulan Mei lalu, core consumer prices melejit ke laju tercepatnya dalam 30 tahun terakhir dipicu oleh kenaikan pajak penjualan nasional. BoJ sendiri telah berjanji untuk mengangkat Jepang keluar dari fase deflasi dengan mendongkrak inflasi harga konsumen mendekati level 2% di tahun depan.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar