Monexnews -
Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi GDP Q2 AS menjadi 1.3%, setelah mendapatkan data defisit neraca perdagangan dan kenaikan wholesale inventories.
Menurut analis Goldman, meski defisit perdagangan mulai menyusut, dimana ekspor meningkat +0.2% dan impor jatuh -0.37%, namun perbaikan angka defisit tersebut lebih disebabkan oleh penurunan impor bahan bakar minyak, sehingga jika komponen bahan bakar dilucuti dari data defisit neraca perdagangan tersebut, sebenarnya terjadi pembengkakan defisit.
Ditambah lagi data inventaris grosir yang terus menumpuk menyebabkan revisi pertumbuhan GDP Q2 AS dari 1.5% menjadi 1.3%.
(Sap)

Komentar