Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

market-outlook  Market Outlook

Hasil Payrolls akan Buka Pintu Pengetatan Moneter

Jumat, 6 September 2013 12:27 WIB
Dibaca 767

Monexnews - Data Non-farm Payrolls siap dirilis dalam beberapa jam ke depan. Peran laporan tenaga kerja menjadi lebih penting ketimbang biasanya karena akan menentukan arah kebijakan vital bank sentral.

Rilis angka Non-farm Payrolls yang bagus dibutuhkan untuk memperkuat asumsi pemulihan ekonomi pasca rilis produk domestik bruto (GDP) Amerika Serikat kuartal II. GDP direvisi naik 2.5% atau jauh lebih tinggi dibandingkan publikasi awal yang 'hanya' 1.7%. Hasil revisi tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan estimasi ekonom, yang hanya memproyeksikan revisi naik 2.1% (survei Briefing.com).

Pengucuran dana murah ke sistem keuangan oleh Federal Reserve Bank mampu mendongkrak performa ekonomi. Pembelian obligasi dan portofolio kredit hunian senilai $85 miliar per bulan cukup ampuh membangkitkan iklim usaha yang sempat lesu pasca krisis 2008 silam. Apabila bank sentral puas dengan laju perekonomian terkini, maka dewan gubernur bisa langsung menarik sodoran stimulus tersebut dalam waktu dekat, bahkan secepatnya di bulan September ini. Namun sebelumnya, Ben S. Bernanke harus melihat potret sektor tenaga kerja di awal semester II.

Ekonom yang disurvei oleh Thomson Reuter memperkirakan sektor ekonomi Amerika membuka 180.000 lapangan kerja baru di bulan Agustus atau setara dengan rata-rata payrolls bulanan sejak periode pemulihan berlangsung. Sementara estimasi rasio pengangguran dipatok pada level aktual, 7.4%. Sebagai catatan, payrolls bulan Juli tercatat pada angka 162.000 atau di bawah estimasi 184.000 dan raihan satu bulan sebelumnya di 188.000. Namun rata-rata pengangguran kembali turun dari 7.5% menjadi 7.4%.

Komite kebijakan Federal Reserve sebelumnya sudah menyebutkan bahwa suku bunga acuan baru akan dikerek naik apabila rasio pengangguran sudah turun ke level 6.5% dan inflasi meningkat ke level 2.5%. Target itu bisa dibilang masih sangat jauh dibandingkan rasio pengangguran dan inflasi terkini yang masing-masing bertengger di level 7.4% dan 1.8%. Pemerintah sudah berulangkali mengatakan komitmen kuat untuk menaikkan daya serap tenaga kerja. Tanpa perbaikan di sektor itu, peningkatan angka-angka dalam laporan ekonomi hanya sebatas fatamorgana. Maka tidak salah apabila idealnya sinyal kemajuan ekonomi dalam data GDP juga diimbangi oleh pembukaan lapangan kerja yang lebih banyak di bulan Agustus ini. Jawabannya bisa dilihat pada rilis data Non-farm Payrolls yang akan diumumkan nanti. Tanpa kenaikan berarti di komponen sektor tenaga kerja, membaiknya indikator-indikator lain akan menjadi percuma.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

ikhsan 6 September 2013
seep bro