Minggu, 17 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

Hindar Risiko Masih Akan Warnai Pasar Asia Pekan Ini

Senin, 5 Mei 2014 13:46 WIB
Dibaca 711

Monexnews -

Mengawali pekan ini (Senin, 5/5), perdagangan di Asia nampak sepi lantaran dua pasar utama Asia yaitu Nikkei-Jepang dan Kospi-Korea Selatan tutup hari ini dan besok berkenaan libur nasional.

Sedangkan pasar Hong Kong yang juga akan libur pada hari Selasa besok kemungkinan akan tertekan sepanjang pekan ini setelah sejumlah data ekonomi China yang rilis di awal pekan ini muncul mengecewakan pasar.

Data yang di rilis di awal pekan (5/5) menunjukkan indeks aktivitas manufaktur PMI yang di kalkulasi oleh institusi HSBC tercatat merosot (-48.1) di bulan April, lebih buruk dari estimasi sebelumnya di level (-48.3). Sedangkan pihak China Business News melaporkan bahwa penjualan rumah baru merosot hingga 47% hanya dalam waktu dua hari saja saat libur May Day, dan sekaligus mencatat penurunan terendah dalam 4 tahun terakhir.

Merosotnya data manufaktur dan anjloknya penjualan rumah China tersebut menyebabkan bangkitnya lagi kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi China akan melambat. Sehingga kecemasan tersebut kemungkinan akan memicu kalangan investor untuk melepas posisinya di sejumlah aset yang cukup berisiko atau risk aversion (hindar risiko).

Sentimen pasar juga terbebani oleh kekhawatiran investor terhadap banjir IPO (penawaran saham perdana) di pasar China, karena hal itu dapat berpotensi memperketat likuiditas di pasar uang. Selain itu, masalah Ukraina yang hingga kini belum tuntas juga turut membuat investor enggan untuk memperluas posisinya di pasar.

Kabar terbaru mencatat, bentrokan antara pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Rusia terjadi setidaknya di enam kota di wilayah timur sepanjang akhir pekan lalu menyusul terjadinya bentrokan paling mematikan dari konflik tersebut di hari Jumat. Persitiwa tersebut melibatkan kekerasan dan kebakaran besar di kota Laut Hitam Odessa yang mengakibatkan sejumlah orang tewas.

Optimisme pasar kembali akan diuji pekan ini karena pada hari Kamis dan Jumat, pemerintah China akan merilis data perdagangan dan inflasi guna memberikan petunjuk apakah data tersebut mampu meredam kecemasan isu perlambatan atau tidak. (dar)

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar