Selasa, 28 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Iklim Ekonomi Tidak Berpihak kepada Emas

Rabu, 19 Juni 2013 12:55 WIB
Dibaca 944

Monexnews - Kalau biasanya harga emas menguat saat terjadi gejolak di perekonomian dan pasar finansial, maka tidak demikian halnya tahun ini. Volatilitas di pasar modal global nyaris sama sekali tidak berpengaruh banyak terhadap perbaikan kinerja komoditi logam mulia.

Meskipun aktivitas trading di pasar saham dan obligasi tidak terlalu riuh, harga emas tetap kesulitan naik ke atas $1.400 per ons. Padahal dalam sejarahnya, emas selalu menjadi favorit pelarian dana karena nilainya tidak pernah turun dan relatif lebih menawarkan return stabil dibandingkan produk lain. Namun pola sentimen seperti itu sudah tidak berlaku lagi dalam setahun terakhir.

Harga emas telah merosot sebanyak 18% sepanjang tahun 2013 sehingga pelaku pasar menilai fase bullish emas yang sudah berlangsung selama 12 tahun sedang mendekati akhir. Koreksi harga dalam skala besar dipicu oleh banyak faktor, termasuk penguatan nilai tukar Dollar dan kenaikan suku bunga di Amerika. Sejak tahun 2008, saat krisis melanda, peran emas sebagai aset pelindung nilai atau safe haven seakan tidak tergantikan. Sayangnya kombinasi antara kenaikan suku bunga dan membaiknya rilis data ekonomi negara-negara maju membuat daya tariknya memudar dari waktu ke waktu. "Keunggulan emas yang telah membuat harganya melambung sekarang sudah makin redup," ujar Paresh Upadhyaya, Senior Market Strategis di lembaga keuangan Pioneer Investments.

James Cordier, Presiden Liberty Trading Group, punya pendapat berbeda tentang performa pasar emas belakangan ini. "Emas bukan lagi pilihan karena tekanan inflasi berkurang dan kekhawatiran terhadap perpecahan zona Euro tidak terbukti," tutur Cordier. Singkat kata, semua faktor yang biasanya mendukung pergerakan harga sudah tidak lagi bersahabat sehingga emas kekurangan katalis positif. Cordier meramalkan emas untuk jatuh ke $1.200 per ons dalam jangka pendek seiring peralihan minat investor ke aset pendapatan tetap yang lebih bisa menawarkan return lebih baik. "Terlebih lagi, di level saat ini emas masih tergolong mahal," kilahnya.

Sementara John Corcoran, Manajer Portofolio Nasabah yang bekerja di Oppenheimer berpendapat investor sebaiknnya tidak serta merta mengurangi kepemilikan emas karena masih ada alasan-alasan logis. Menurutnya, pasar emas memang 'tricky' atau sulit dibaca sehingga tidak mudah bagi pemodal jangka pendek. Namun emas direkomendasikan untuk menjadi simpanan jangka panjang sesuai kodratnya yakni sebagai pelindung nilai. "Meski tidak bagus untuk jangka pendek, tren kenaikan inflasi akan kembali menaikkan harga emas di masa depan," tutup Corcoran. Harga emas saat ini terpantau di level $1.366,09 per ons.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar