Jumat, 24 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Inggris Dibayangi Dilema Ekonomi

Selasa, 26 Februari 2013 13:41 WIB
Dibaca 794

Monexnews - Risiko besar masih membayangi perekonomian Inggris, khususnya setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's memangkas rating negara tersebut dari AAA ke Aa1 (Jumat 22/02). Penilaian negatif Moody's langsung membuat nilai tukar Poundsterling terperosok tajam.

Dalam pernyataannya, Moody's menyebut perekonomian Inggris masih akan lemah dalam separuh dasawarsa ke depan. Kondisi tersebut akan mempersulit upaya pemerintah untuk mencapai target pengurangan hutang nasional dan menjaga sdaya tahan ekonomi dari guncangan. Terlepas dari masalah yang dihadapi oleh negaranya, menteri keuangan George Osbourne bersikukuh mempertahankan program penghematan. "Inggris harus tetap berada dalam jalur, dan kami akan memastikannya," tegas Osbourne kepada media akhir pekan lalu.

Sang menkeu mengeluh bahwa situasi ekonomi terkini merupakan buah dari kebijakan hutang yang tidak efektif sejak beberapa tahun lalu. "Masalahnya adalah hutang, yang jumlahnya membengkak setelah sekian lama," urainya. Downgrade pekan lalu sesungguhnya tidak terlalu mengagetkan pelaku pasar karena desas-desusnya sudah bergaung sejak tahun lalu. Alasan utamanya adalah kondisi Eropa yang sedang resesi dan kenaikan bunga obligasi negara ekonomi terbesar ke-enam dunia itu. Prospek perekonomian yang suram tidak akan berubah seiring sikap hawkish pemerintah terhadap perubahan kebijakan fiskal. Hal ini memicu spekulasi akan munculnya kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral untuk mengkompensasi angka pertumbuhan yang rendah.

Investor melihat downgrade sebagai alasan untuk menjual Poundsterling, yang nilai tukarnya sudah anjlok sejak awal tahun. Valuta Inggris melemah 0,1% ke level terendah sejak Juli 2013 terhadap Dollar dan 0,6% ke level terburuk sejak Oktober 2011 versus Euro. Sedangkan bunga obligasi pemerintah (tenor 10-tahun) sudah melonjak selama 6 bulan terakhir dan kembali naik ke 2,1% di hari Senin (25/02). Namun secara historis, besaran yield tersebut masih termasuk kondusif.

Dalam beberapa waktu terakhir, Bank of England memberi tanda untuk mentoleransi laju inflasi di atas target di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi. Tiga anggota komite kebijakan, termasuk Gubernur Mervyn King, menyetujui perpanjangan masa pembelian aset obligasi pada pertemuan terakhirnya. Meski kalah jumlah suara, ketiganya masih bisa berharap keinginan itu bisa diterima oleh anggota lain pada meeting selanjutnya.

Moody's memperkirakan jumlah hutang Inggris akan melonjak ke level 96% terhadap GDP nasional di tahun 2016 mendatang. Rasio tersebut lebih besar dibanding kisaran saat ini di 90%. Kurs GBP/USD sekarang terpantau di level 1.50839 (pukul 13.39 WIB).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar