Senin, 11 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

Kecemasan Warnai Pasar Jelang Rilis GDP China

Selasa, 15 April 2014 14:19 WIB
Dibaca 787

Monexnews -

Kegelisahan dan kewaspadaan justru mewarnai kalangan investor di China daratan hari ini menjelang di rilisnya sederet data ekonomi China yang sedianya akan tayang hari Rabu besok (16/4).

Setidaknya data GDP China triwulan pertama 2014, data retail sales bulan Maret dan industrial output akan rilis besok termasuk data foreign direct investment (FDI). Namun yang menjadi titik fokus pasar saat ini adalah angka pertumbuhan gross domestic product (GDP) kuartal pertama.

Pasalnya, angka GDP triwulan I itu diprediksi akan melambat ke level 7.3% dari kuartal sebelumnya 7.7% untuk periode year to year. Sedangkan untuk GDP kuartalan (q/q), diproyeksikan bakal menurun 1.4% dari sebelumnya di level 1.8%. Sikap pesimis investor terhadap proses pertumbuhan sebenarnya mulai mencuat setelah angka inflasi konsumen China (CPI y/y) bulan Maret meleset di bawah ekspektasi termasuk inflasi harga produsen (PPI y/y) bulan Maret yang kian mengecewakan.

Selain itu, angka money supply (M2) tahunan China juga menurun drastis menjadi 12.1% di bulan Maret, dari bulan sebelumnya di angka 13.3%. Bahkan di awal bulan ini, data manufaktur PMI - HSBC bulan Maret tercatat kembali menurun. Namun buruknya sederet fundamental itu justru kian mempertebal ekspektasi pasar terhadap gelontoran stimulus yang lebih besar dari otoritas Beijing.

 

 

Sebelumnya, pasar China maupun Hong Kong telah diceriakan oleh kabar dari pemerintah (State Council) yang mengumumkan stimulus mini di awal bulan April lalu. Paket stimulus mini tersebut memang di desain untuk menstabilkan kembali tingkat pertumbuhan yang melambat supaya proses pemulihan ekonomi kembali ke jalurnya.

Adapun paket kebijakan stimulus mini tersebut dialokasikan untuk pos-pos anggaran belanja pembangunan rel kereta api dan keringanan pajak guna mendukung perekonomian serta menciptakan lapangan kerja setelah fase perlambatan mulai mengancam target pertumbuhan 7,5% pada tahun ini.

Disebutkan pula, pemerintah akan mencari dana dengan menjual obligasi senilai 150 milyar yuan ($24 milyar) pada tahun ini yang tujuannya untuk membantu membangun jalan kereta api terutama di wilayah tengah dan barat yang kondisinya kurang berkembang. Pemerintah juga akan menghimpun dana pembangunan sebesar 200 milyar sampai 300 milyar yuan pertahun untuk meningkatkan sumber pembiayaan di sektor perkereta-apian. (dar)

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar