Kamis, 14 Desember 2017

breaking-news The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,50%

market-outlook  Market Outlook

Kecil, Peluang Bailout Siprus Lolos di Parlemen

Selasa, 19 Maret 2013 14:14 WIB
Dibaca 913

Monexnews - Dalam beberapa jam ke depan, parlemen Siprus akan memutuskan apakah mereka bersedia menerima syarat bailout yang diajukan oleh Uni Eropa. Voting diprediksi berjalan seru karena tidak ada satupun partai di parlemen yang bisa mendominasi pilihan suara.

Peluang lolosnya klausul bailout Uni Eropa untuk Siprus dari hadangan parlemen terbilang kecil. Sebagian besar anggota DPR negara itu sudah berulangkali mengungkapkan keberatannya terhadap syarat pungutan pajak yang ditetapkan oleh Uni Eropa pekan lalu. Pajak simpanan antara 6.75% sampai 9.9% yang dibebankan kepada nasabah dan deposan tergolong tidak manusiawi karena situasi buruk yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab politisi dan bank, bukan masyarakat.

Kata mufakat dari parlemen sangat sulit didapat, terlihat dari penundaan voting sebanyak dua kali sejak hari Minggu lalu. Partai-partai di parlemen tengah melakukan lobi-lobi untuk meluluskan kepentingannya masing-masing. Namun tiga partai sudah tegas mengatakan 'tidak' pada klausul bailout Uni Eropa. Kecil kemungkinan bagi anggota parlemen untuk mengubah keputusannya di detik-detik akhir, apalagi mereka berada di bawah tekanan gelombang aksi unjuk rasa warga di ibukota sejak hari Senin. Pemerintah masih mati-matian menjaga stabilitas politik dan keamanan menyusul aksi pencairan uang secara besar-besaran oleh nasabah. Seluruh bank komersial masih tutup untuk menghindari kekurangan dana akibat banjir 'rush' dari pemilik uang. "Kalau mereka menyetujui pajak ini, maka mereka harus menerima kemarahan publik," ancam Markus Economou, seorang guru sekalah dan ayah dua anak yang mengikuti unjuk rasa.

Presiden Siprus sudah mafhum benar dengan dinamika yang terjadi di parlemen. Nicos Anastasiades sudah bersiap mengambil opsi lain seandainya pihak legislatif tidak meloloskan agenda bailout 10 miliar Euro. Pada hari Senin pagi waktu setempat, ia sudah bertemu dengan kanselir Jerman, Angela Merkel dan Komisaris Ekonomi Eropa, Olli Rehn untuk membicarakan berbagai kemungkinan. Setelah pertemuan, Anastasiades dalam sebuah siaran radio mengatakan bahwa negaranya tidak sendiri menghadapi krisis ini. "Beberapa anggota Uni Eropa menawarkan bantuan," ujarnya. Pemerintah juga berencana untuk membahas hal ini dengan pihak Rusia, yang sebagian bank dan pengusahanya menanamkan modal dalam jumlah besar di Siprus. Pihak Vladimir Putin kabarnya sudah bersedia memberi kelonggaran dengan memperpanjang masa jatuh tempo pembayaran hutang Siprus ke negaranya senilai 2.5 miliar Euro. Rusia kemungkinan juga menurunkan beban bunga yang harus dibayarkan oleh Siprus dalam pelunasan pinjamannya, akan tetapi kemurahan hati tersebut belum cukup untuk menghindarkan negara ini dari kebangkrutan. Terlepas dari dinamika yang sedang terjadi di negara tetangga Yunani itu, masih ada keajaiban yang bisa membuat parlemen berpikir ulang untuk kemudian menyetujui klausul bailout Uni Eropa. Pemungutan suara akan menjadi jawaban dari tingginya gejolak di pasar keuangan selama dua hari terakhir. 


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar