Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

market-outlook  Market Outlook

Manufaktur Lesu, China Butuh Motivasi Baru

Senin, 3 Juni 2013 12:32 WIB
Dibaca 504

Monexnews - Selusin data ekonomi China yang dilepas ke publik belakangan ini menunjukkan fakta beragam. Dua indikator aktivitas bisnis hari Senin mencerminkan penurunan, berlawanan dengan hasil survei Sabtu lalu yang memperlihatkan adanya kemajuan ekonomi dalam skala moderat. 

Data PMI versi HSBC dan sebuah laporan non-manufaktur hari ini dirilis mengecewakan. HSBC mengumumkan laporan final China Manufacturing Purchasing Managers' Index, di mana angkanya turun menjadi 49.2 di bulan Mei dari catatan bulan April, 50.4. Hasil survei lebih rendah dibandingkan laporan cepat (flash) dua pekan lalu, yang menunjukkan angka sebesar 49.6. Artinya gairah pelaku manufaktur di China masih rendah karena indeks di bawah 50 mencerminkan kontraksi.

"Revisi turun pada data final HSBC China Manufacturing PMI menggambarkan terjadinya penurunan marjinal dalam aktivitas bisnis di akhir bulan mei karena lemahnya permintaan domestik," ujar Kepala Ekonom HSBC China, Qu Hongbin. Sementara itu Nonmanufacturing Purchasing Managers' Index versi pemerintah, yang meliputi sektor ritel, penerbangan, konstruksi dan real estat, juga menurun dari 54.5 (April) menjadi 54.3. Sebagian besar penurunan kinerja terjadi di sektor jasa dan konstruksi walaupun keseluruhan indeks masih berada dalam kategori ekspansi dibandingkan bulan lalu.

Hasil data hari ini berbanding terbalik dengan apa yang diperlihatkan oleh laporan manufacturing PMI resmi sabtu kemarin, di mana angkanya naik dari 50.6 (April) menjadi 50.8. Kenaikan indeks mengejutkan analis pasar, yang sebelumnya justru memprediksi terjadinya penurunan. Ekonom menilai hasil survei manufaktur pemerintah lebih terpusat pada subjek pelaku industri besar, sedangkan HSBC memasukkan skala usaha yang lebih kecil dan perusahaan berorientasi ekspor. "Data HSBC maupun PMI resmi menunjukkan hasil berbeda, namun saya rasa rilis HSBC lebih akurat dalam menyimpulkan kondisi ekonomi terkini," ulas Ekonom ANZ, Raymond Yeung. Ia juga menilai bahwa survei HSBC konsisten dengan indikator lainnya, yakni industrial production dan profit, yang jelas memperlihatkan adanya kendala besar di sektor manufaktur.

China mencatat pertumbuhan tahunan 7.7% di kuartal perdana 2013 atau tergolong kuat jika dibandingkan dengan rasio pertumbuhan global. Akan tetapi jika berkaca pada rata-rata perumbuhan negara ini di triwulan akhir tahun lalu (7.9%), kondisi sekarang tentu kurang menggembirakan. Adapun sisi positif yang bisa diambil adalah tingkat inflasi China yang masih rendah dan luasnya ruang kebijakan bagi bank sentral untuk mengambil kebijakan baru. Yeung memprediksi pemerintah maupun bank sentral siap merilis strategi alternatif apabila mereka melihat perekonomian kurang sesuai harapan. Apapun jenis kebijakannya nanti, pemangku kebijakan harus berupaya menggenjot tingkat permintaan domestik. Mengingat tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk melawan trend perlambatan ekonomi di luar negeri.  

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar