Rabu, 18 Januari 2017

market-outlook Market Outlook

Masalah Perlambatan Ekonomi Kembali Hantui Pasar Asia

Senin, 22 September 2014 15:04 WIB
Dibaca 733

Monexnews -

Setelah pekan lalu fokus pasar tersita ke rapat FOMC - Federal Reserve AS dan referendum Skotlandia yang akhirnya menolak untuk merdeka, minggu ini kalangan investor di Asia hanya akan memiliki sedikit katalis sebagai petunjuk pasar. Sementara kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China kembali akan membayangi sentimen investor sepanjang pekan ini.

Pada hari Selasa (23/9), China sedianya akan merilis data aktivitas manufaktur PMI yang dikalkulasi oleh HSBC dan diprediksi akan kembali melambat. Data itu muncul di tengah berkembangnya sentimen yang kini khawatir terhadap fase koreksi di sektor perumahan China sehingga hal itu akan kian intensif mendesak Beijing untuk mengambil langkah dan tindakan ekstra demi mendongkrak aktivitas perekonomian.

Pekan lalu, People's Bank of China (PBOC) telah memangkas suku bunga pinjaman berjangka pendek (14-day repo rate) sebesar 20 basis poin, sekaligus menyuntikkan dana hingga $1.3 milyar ke dalam pasar uang. Langkah itu muncul beberapa hari setelah PBOC mencairkan stimulus hingga $81 milyar kepada 5 bank terbesar di China yang tujuan utamanya untuk merestrukturisasi perekonomian yang kini dianggap rapuh.

Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi tersebut tentunya akan berimbas terhadap kinerja Hang Seng yang kini tengah mengalami degradasi setelah indeks mencatat level tertinggi sejak Mei 2008 silam, pada 3 September lalu.

Sedangkan di hari Jumat (26/9), negeri sakura akan merilis data inflasi (CPI) Jepang untuk bulan Agustus setelah angka CPI tahunan tercatat sebesar 3.3% di Juli. Kalangan investor juga akan terus memantau perkembangan nilai tukar yen. Dan bilamana yen kembali melemah, hal ini akan memicu lagi terjadinya ‘rush’ ke dalam bursa saham Jepang.

Sementara aksi jual kemungkinan besar akan mewarnai bursa Seoul - KOSPI seiring merebaknya lagi pesimisme di kalangan investor menyusul buruknya rilis data-data ekonomi domestik belakangan ini, termasuk berkembangnya isu perlambatan ekonomi China. Di hari Kamis nanti (25/9), pemerintah dijadwalkan akan merilis data consumer sentiment index, guna memberikan gambaran seberapa optimis-kah kalangan investor terhadap prospek perekonomian negeri gingseng.  
(dar)

 

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar