Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

market-outlook Market Outlook

'Misi Dollar Mengejar Euro'

Rabu, 14 Januari 2015 10:04 WIB
Dibaca 2145

Monexnews - Keperkasaan mata uang Dollar semakin menjadi-jadi dalam beberapa pekan terakhir. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang membaik, kurs 'the Greenback' ikut terkerek naik.

Kalau selama ini nilai tukar Euro selalu lebih tinggi dibandingkan Dollar, terbuka kemungkinan kondisinya berubah dalam waktu dekat. Pelaku pasar keuangan dunia memperkirakan USD segera 'mengejar' nilai valuta tunggal Eropa hingga keduanya berada pada level yang sama alias paritas. Proyeksi itu tidaklah mustahil terwujud mengingat tren penguatan Dollar terjadi berbarengan dengan iklim perlambatan ekonomi di wilayah Eropa atau artinya, kinerja kedua mata uang sangat bertolakbelakang. Dollar kian sakti, Euro justru tersakiti.

Lembaga keuangan Goldman Sachs yakin kalau Dollar segera menyamai nilai tukar Euro dalam kurang dari dua tahun ke depan. Mata uang tunggal Eropa diprediksi merosot sampai $1.08 di penghujung 2015, sebelum akhirnya mencapai paritas dengan USD di akhir 2016. Setelah itu, entah bagaimana nasib Euro nantinya.

Apabila benar-benar terjadi, jangka waktu untuk menuju paritas sendiri terbilang cepat karena di tahun 2008 saja, satu Euro masih dihargai $1.60. Kurs kedua valuta terakhir kali mencapai level nyaris setara di akhir 2002, dengan posisi paling dekat di area $1.18 per Euro.

Terdapat beberapa faktor penting yang akan mendukung 'aksi pengejaran' Dollar terhadap Euro. Variabel pertama tentunya adalah situasi perekonomian di Eropa yang luar biasa kompleks, di mana harga-harga produk konsumen anjlok tajam sekaligus memberi isyarat terjadinya resesi besar. Sementara arus kredit relatif stagnan dan pebisnis enggan memulai usaha baru. Tren seperti itu berujung pada meroketnya jumlah pengangguran sampai ke rekor tertingginya.

Bank Sentral Eropa (ECB) memang berencana menyuntik dana murah ke sistem keuangan guna mengenjot perekonomian. Tetapi pemangku kebijakan di sana juga mafhum jika peluncuran stimulus secara besar-besaran hanya akan memperburuk grafik nilai tukar Euro, yang sebenarnya sudah mencapai level negatif saat ini.

Momen pelonggaran moneter ECB akan menjadi peristiwa monumental bagi pelaku pasar (forex) sejagad. Kebijakan Mario Draghi dan koleganya bisa diingat sebagai titik balik di mana peta kurs dua mata uang utama dunia berubah arah. Hal ini tentu bukan hanya berpengaruh terhadap keseimbangan portofolio investor, namun ikut mempengaruhi neraca keuangan dan devisa negara-negara yang berkepentingan. Eksportir asal benua biru dipastikan mengalami peningkatan laba dari penjualan produknya di wilayah Amerika, tepat di saat omset perusahaan besar AS seperti General Electric menyusut karena harga produknya semakin mahal di luar negeri. Di sektor pariwisata, wisatawan asal negeri Paman Sam bisa lebih royal membelanjakan uangnya di lokasi turisme semacam Italia atau Prancis, setelah dimanjakan oleh biaya tiket yang lebih murah untuk plesir ke Eropa. Dan itu hanya sedikit contoh betapa perbandingan nilai tukar mempunyai efek besar terhadap prospek perekonomian sektoral, baik di level perusahaan maupun konsumen.

Tidak ada yang bisa membendung tren penguatan Dollar di tahun 2015, terutama pasca kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve Bank kelak. Pelaku pasar kini hanya bisa menunggu valuta negara perekonomian terbesar dunia menggapai rekor terkuatnya seraya memantau grafik Euro yang bergerak anomali. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar