Senin, 24 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

'Nikkei Express' Sulit untuk Dibendung

Rabu, 8 Mei 2013 13:29 WIB
Dibaca 599

Monexnews - Indeks saham utama Jepang menguat ke level tertingginya dalam lima tahun pada hari Rabu (08/05). Capaian ini sekaligus menandai kesuksesan Nikkei meraup kenaikan 35% sepanjang 2013. Namun demikian, bukan berarti fase penguatan mulai berangsur jenuh karena prospek fundamental mendukung rally lebih lanjut. Untuk jangka pendek, laju kereta ekspres Nikkei sulit untuk dihentikan. 

Nikkei menjadi indeks Asia Pasifik terbaik saat ini dengan penembusan ke atas 14.000 atau titik tertinggi sejak Juni 2008. Performa indeks Jepang bahkan lebih impresif ketimbang pasar saham Amerika dan Eropa, yang juga sedang menikmati momentum positif. Sebagian besar pengamat dan analis menilai perjalanan Nikkei belum segera berakhir dalam waktu dekat karena banyak faktor. "Momentum fantastis sedang melanda Jepang dan Amerika, dan kereta penguatan belum akan berhenti," ujar Tai Hui, Chief Asia-Pacific strategist JP Morgan. Menurutnya, pelonggaran moneter agresif dari bank sentral menjadi alasan utama di balik peningkatan harga saham di banyak negara. Khusus bagi Jepang, stimulus besar yang digelontorkan oleh Bank of Japan sudah sukses menggerus nilai tukar Yen hingga 15% sejak bulan Januari.

CEO Rogers Investment Advisors, Ed Rogers, turut mengamini pendapat Hui dan menilai belum waktunya bagi bursa Jepang untuk menghentikan laju penguatannya. Kepada CNBC Asia, Rogers mengatakan ada 4 alasan mengapa Nikkei mampu menembus 18.000 dalam hitungan bulan yakni:

1. Kemenangan Partai Demokratik Liberal pada pemilu parlemen bulan Juli. Partai LDP pimpinan Shinzo Abe mengandalikan lower house dan kemenangan pada pemilihan upper house bulan Juli akan mempermudah Abe untuk menjalankan kebijakan ekonomi sesuai kehendaknya.


2. Kembali beroperasinya reaktor nuklir nasional. Hal ini akan berakibat pada tercapainya titik keseimbangan dalam neraca pembayaran. Mengingat selama ini pemerintah harus mengeluarkan biaya besar untuk membayar sumber energi alternatif sebagai pengganti atas terhentinya operasional reaktor nuklir selama dua tahun terakhir. LDP sudah berkomitmen segera mengaktifkan kembali reaktor nuklir pasca tes keselamatan.


3. Penyesuaian portofolio investor i kuartal III akan menggiring aliran dana baru ke pasar, khususnya pada saham-saham yang valuasi harganya masih murah saat ini.


4. Penguatan data ekonomi Amerika Serikat, yang pada akhirnya turut merangsang minat beli di bursa Jepang.

Andy Cross, Chief Investment Officer Motley Fool, menambahkan bahwa masih banyak dana yang belum masuk ke pasar saat ini. Oleh karenanya ia memprediksi aliran modal akan makin deras masuk ke bursa saham dalam beberapa waktu ke depan. "Kalau berbicara soal alternatif investasi, saham masih menjadi unggulan," tuturnya.

Adapun Sani Hamid, Pengelola Dana dari Financial Alliance, memandang sentimen utama bagi bursa adalah trend pelemahan nilai tukar Yen. Tidak bisa dipungkiri bahwa depresiasi kurs valuta Jepang berdampak pada kenaikan laba emiten. Yen diperdagangkan pada kisaran 99 per Dollar dan analis memprediksi depresiasi mata uang hingga 110 per Dollar akan terjadi tahun depan. "Memanfaatkan penguatan (Nikkei) saat ini memang bagus, tapi waspadai pula terhentinya pelemahan nilai tukar Yen," urai Hamid. Terlepas dari pendapat beragam analis dan pengelola investasi global, pelaku pasar berhak menikmati momentum kenaikan Nikkei saat ini. Selama ruang profit tersedia di lantai bursa, aksi beli adalah hal yang tidak terhindarkan. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar