Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

market-outlook  Market Outlook

'Nikmati Euforia Wall Street Selagi Bisa'

Rabu, 30 Januari 2013 15:34 WIB
Dibaca 815

Monexnews - <span style="font-size:13px;line-height:19px;">Wall Street tengah menapaki momentum kebangkitannya di awal tahun 2013. Namun demikian, kondisi ini diprediksi tidak berlangsung lama karena alasan jenuh beli. Sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 telah menguat 5%, bahkan mencapai 12% jika dihitung dari level rendah bulan November 2012.

Menurut pakar investasi kenamaan, Marc Faber, pasar saham mulai terlihat 'lelah' dan bersiap melemah dalam waktu dekat. "Kita sudah dalam fase overbought sekarang, ada kemungkinan koreksi ringan di bulan Februari," ujar Faber kepada CNBC. Meski demikian ia memprediksi bahwa setelah melemah sesaat, indeks akan kembali melanjutkan penguatannya.

"Kondisinya bisa jadi seperti tahun 1987, ketika di semester pertama harga saham menguat 41% dan kemudian anjlok total sebanyak 40% di bulan Oktober dan November," tambah penulis Gloom Boom & Doom Report ini. Berkaca pada histori itu, bukan tidak mungkin harga saham mengalami volatilitas sepanjang sisa tahun 2013. Walaupun dikenal sebagai analis yang pro-pasar, Faber kali ini mengakui bahwa dirinya telah mengurangi portofolio saham dalam beberapa waktu terakhir. "Saya menjual karena khawatir dengan euforia yang sedang terbangun," tuturnya.

Lebih lanjut, terlihat gejala bahwa investor makin bullish dengan kinerja ekuitas Amerika Serikat. Arus dana masuk ke reksadana berbasis saham telah melonjak ke rekor $55 miliar di bulan Januari. Sementara survei sentimen juga memperlihatkan bias positif bagi harga saham. "Ada kemungkinan laba emiten akan mengecewakan di 2013. Potensi ketegangan geopolitik juga eksis, khususnya di wilayah Timur Tengah" prediksi Faber.

Faber kini justru memilih emas sebagai aset utama yang mendominasi portofolionya, selain saham-saham berbasis pertambangan. "Saya membeli emas karena khawatir kalau kita sebenarnya masih berada di dalam krisis sistemik, yang masih harus kita lawan," ulasnya. Adapun saham luar yang ia prediksi mampu menghasilkan gain adalah saham negara Ukraina, Vietnam dan China.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `