Rabu, 26 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Outlook Indonesia Masih Cerah Namun Dibawah Potensi

Jumat, 29 Maret 2013 20:07 WIB
Dibaca 659

Monexnews -

Ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan telah menekan pertumbuhan GDP secara nominal, sehingga mengancam pertumbuhan riil dibawah 6 persen kecuali jika laju ekspor berhasil rebound di 2013 ini.

Konsumsi swasta masih akan terhambat oleh kondisi kredit yang diperketat dan kenaikan inflasi harga pangan. Aktivitas investasi masih cukup pesat namun tidak memberikan topangan yang besar. Di lain sisi, inflasi harga konsumen akan terakselerasi akibat kenaikan harga pangan dan kenaikan upah minimum pegawai meski inflasi inti masih terjaga dibawah 5%.

Dinamika makroekonomi Indonesia tersebut akan berimbas pada melesetnya target capex pemerintah, karena subsidi telah melampaui jauh diatas anggaran seperti yang terjadi di tahun lalu. Kebijakan pemerintah kemungkinan akan sulit menopang sentimen sampai setidaknya pemilu parlemen tahun 2014 mendatang, karena usai pemilu pemerintah yang baru terpilih akan lebih leluasa secara politik untuk mengambil langkah reformasi.

Kebijakan moneter diperkirakan akan stabil tahun ini, meskipun ada sedikit resiko untuk condong hawkish, karena inflasi harga konsumen mungkin akan melonjak.

Imbasnya terhadap Rupiah (USDIDR) akan menyebabkan range-bound trading sepanjang 2013, karena tidak ada perubahan utama pada rezim subsidi pemerintah. Bank sentral masih akan menjaga volatitas dan mencegah pergerakan yang terlampau tajam melalui intervensi market. Namun Indonesia masih lebih menarik jadi sasaran hot money dibanding India saat ini, namun outlook Rupiah masih condong netral secara valuasi selain itu masih ada kekhawatiran resiko makro.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar