Sabtu, 16 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

'Pasca Rally Kuat, Wall Street Tetap Menjanjikan'

Jumat, 12 April 2013 12:31 WIB
Dibaca 646

<span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Kinerja apik bursa saham Amerika Serikat belakangan ini mendapat perhatian khusus dari pelaku pasar. Sebagian investor menantikan adanya koreksi pasca kenaikan harga ekuitas dalam tiga bulan terakhir, sementara masih ada pula yang optimis menyambut penguatan lebih lanjut.

Beberapa analis dan manajer keuangan menilai bursa saham masih punya ruang untuk bermanuver naik tahun ini. Menurut Keith Skeoch, CEO Standard Life Investment, investor sepatutnya tidak perlu terlalu khawatir terhadap potensi penurunan harga saham. Namun harus lebih mencermati peluang hadirnya babak baru rally ekuitas di Amerika. Menurutnya, perjalanan indeks saham menuju level tertinggi dalam sejarah berlangsung terlalu lama, yakni hampir 6 tahun. Padahal di sisi lain, pendapatan emiten (perusahaan masuk bursa) cukup bagus dan masih menyisakan ruang untuk kenaikan laba tahun ini.

"Dengan memegang lebih banyak uang tunai, kemampuan bayar dividen perusahaan jadi lebih besar." demikian komentar petinggi perusahaan pengelola dana nasabah yang berbasis di Inggris ini. Skeoch sendiri mengaku telah mengalihkan alokasi dana investasi perusahaan dari obligasi ke saham sebesar $272 miliar sejak kuartal III 2011. "Kami tidak membeli berdasarkan penguatan harga, namun melihat dari kacamata pendapatan dan arus kas yang lancar," tambahnya.

Iklim suku bunga rendah memang tidak bersahabat dengan investor obligasi atau surat hutang, namun cukup baik menopang pergerakan harga saham. Tidak hanya dari the Fed, nilai saham juga didukung oleh sokongan stimulus dari bank-bank sentral negara maju lainnya. Trend pelonggaran moneter belum akan berakhir dan justru baru saja dimulai di beberapa wilayah. "Pelonggaran moneter masih akan berlangsung lama, khususnya jika kita melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Jepang," ujar Skeoch.

Ketiga indeks utama Amerika sudah menuai kenaikan antara 8% hingga 12% sejak awal tahun dan bukan tidak mungkin rekor-rekor baru akan tercipta. Sementara itu, walaupun fundamental ekonomi Inggris sedang tidak bagus, prospek pasar sahamnya masih cerah. Bukan karena manuver indeks FTSE, namun lebih kepada pangsa pasar dan basis konsumen emiten di dalamnya. "Investasi pada saham global di FTSE cukup menjanjikan, karena basis operasional 75% emiten tidak di Inggris," imbuhnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar