Minggu, 26 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Payrolls Agustus Tentukan Kepastian Stimulus

Jumat, 30 Agustus 2013 14:12 WIB
Dibaca 1476

Monexnews - Gejala pemulihan ekonomi di Amerika Serikat semakin kasat mata di paruh pertama tahun 2013. Sederet data penting dirilis positif dan disambut baik oleh pelaku pasar keuangan dunia. Dari sekian banyak laporan ekonomi yang diumumkan oleh pemerintah, angka gross domestic product (GDP) merupakan parameter utama yang bisa mencerminkan kondisi riil di negeri Paman Sam.

GDP atau produk domestik bruto Amerika Serikat kuartal II semalam direvisi naik 2.5% atau jauh lebih tinggi dibandingkan publikasi awal yang 'hanya' 1.7%. Hasil revisi tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan estimasi ekonom, yang hanya memproyeksikan revisi naik 2.1% (survei Briefing.com). Komponen-komponen yang menyumbang poin terpenting ke dalam GDP nasional triwulan lalu antara lain adalah tingkat belanja konsumen, produk ekspor dan penjualan rumah. Kalau saja pengeluaran belanja pemerintah tidak berkurang banyak, raihan angka GDP dipastikan bisa lebih optimal lagi.

Grafik GDP Kuartalan Amerika Serikat

sumber: CNN

Namun di atas semua indikator tadi, kontribusi terbesar tak lain berasal dari kinerja neraca perdagangan Amerika Serikat yang terus membaik. Kenaikan volume ekspor barang ke luar negeri turut diimbangi oleh penurunan tingkat impor produk dari luar negeri. Artinya, laju investasi dan bisnis bergerak dalam jalur yang benar menuju iklim pemulihan jangka panjang. Pengucuran dana murah ke sistem keuangan oleh Federal Reserve Bank mampu mendongkrak performa ekonomi. Pembelian obligasi dan portofolio kredit hunian senilai $85 miliar per bulan cukup ampuh membangkitkan iklim usaha yang sempat lesu pasca krisis 2008 silam. Apabila bank sentral puas dengan laju perekonomian terkini, maka dewan gubernur bisa langsung menarik sodoran stimulus tersebut dalam waktu dekat, bahkan secepatnya di bulan September nanti.

Kepastian soal pemberlakuan suku bunga rendah dan stimulus masif tergantung pada bagaimana bank sentral menyikapi data-data ekonomi terbaru. Kalau berkaca pada laporan GDP, sudah waktunya bagi pelaku ekonomi Amerika untuk berhenti menikmati 'suapan' dana murah dari negara. Akan tetapi jika dilihat dari parameter lain yang tidak kalah krusial, penarikan stimulus bulan depan bisa dibilang terlalu prematur. Komite kebijakan Federal Reserve sebelumnya sudah menyebutkan bahwa suku bunga acuan baru akan dikerek naik apabila rasio pengangguran sudah turun ke level 6.5% dan inflasi meningkat ke level 2.5%. Target itu bisa dibilang masih sangat jauh dibandingkan rasio pengangguran dan inflasi terkini yang masing-masing bertengger di level 7.4% dan 1.8%. Pemerintah sudah berulangkali mengatakan komitmen kuat untuk menaikkan daya serap tenaga kerja. Tanpa perbaikan di sektor itu, peningkatan angka-angka dalam laporan ekonomi hanya sebatas fatamorgana. Maka tidak salah apabila idealnya sinyal kemajuan ekonomi dalam data GDP juga diimbangi oleh pembukaan lapangan kerja yang lebih banyak di bulan Agustus ini. Jawabannya bisa dilihat pada rilis data Non-farm Payrolls yang akan diumumkan satu pekan dari sekarang. Tanpa kenaikan berarti di komponen tenaga kerja, revisi naik GDP semalam hanya akan percuma dalam konteks penarikan stimulus Amerika.

*Payrolls bulan Juli tercatat pada angka 162.000 atau di bawah estimasi 184.000 dan raihan satu bulan sebelumnya di 188.000. Namun rata-rata pengangguran kembali turun dari 7.5% menjadi 7.4%. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar