Selasa, 28 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Payrolls Tentukan Arah Moneter Bank Sentral

Kamis, 4 April 2013 11:08 WIB
Dibaca 875

Monexnews - Spekulasi penghentian stimulus moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat kembali mengemuka. Adalah pernyataan dari Gubernur Federal Reserve Bank wilayah San Francisco, John Williams, yang memicu ekspektasi tersebut.

Williams kemarin mengatakan pihaknya akan memantau perkembangan fundamental ekonomi Amerika dalam beberapa waktu ke depan. Jika memang kondisi makro membaik, bukan tidak mungkin Federal Reserve menutup kran pelonggaran mulai tahun ini. Salah satu indikator yang terus dicermati oleh otoritas adalah sektor tenaga kerja. Williams menyebut bank sentral akan mengamati secara teliti daya serap tenaga kerja di musim panas tahun ini sebelum menentukan sikap lebih lanjut.

Data penambahan tenaga kerja versi ADP semalam menyimpulkan bahwa sektor jasa Amerika hanya mampu menyerap 158.000 SDM baru di bulan Maret. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan ekspektasi pelaku pasar sekaligus memberi sinyal kurang baik terhadap hasil data pengangguran pamungkas, Non-farm Payrolls, yang baru akan dirilis Jumat besok (05/04). Pada laporan Payrolls untuk bulan Februari lalu (dirilis Maret), pelaku ekonomi Amerika dilaporkan sukses menyerap 236.000 pekerja baru sekaligus melampaui harapan masyarakat. Untuk laporan payrolls besok, kemunculan angka diprediksi sebesar 198.000 atau lebih rendah dibanding perolehan satu bulan sebelumnya. Adapun rasio pengangguran diperkirakan stagnan di level 7,7%.

Setelah pernyataan sikap the Fed beberapa waktu terakhir, laporan pamungkas Non-farm Payrolls kini seakan menjadi pisau bermata dua bagi pelaku pasar keuangan. Untuk jangka pendek, daya serap tenaga kerja yang solid akan memicu optimisme di kalangan pelaku pasar keuangan. Sebagai indikator penting perekonomian sebuah negara, pasar tenaga kerja berperan besar dalam penciptaan iklim bisnis dan investasi. Lebih dari itu, penurunan angka pengangguran juga menjadi parameter dalam penentuan rating kredit negara maju seperti Amerika Serikat. Jika besok payrolls mampu memenuhi ekspektasi, maka pasar saham bisa kembali mencatat penguatan di sesi perdagangan Senin depan.

Namun untuk jangka panjang, perbaikan di sektor tenaga kerja juga rawan memberi pengaruh negatif ke nilai aset ekuitas. Sesuai komitmen the Fed, pemulihan konsisten di sektor ini akan membuka peluang bagi penghentian stimulus moneter. Program pembelian obligasi oleh bank sentral selama ini menjadi motor penggerak utama dalam perdagangan saham. Kombinasi antara quantitive easing dan pelonggaran konvensional berupa penetapan suku bunga rendah berhasil menggiring ketiga indeks saham menguat antara 8% dan 12% sejak awal tahun ini. Jika stimulus dicabut, maka pelaku pasar dan korporasi bisa kehilangan rasa aman sehingga nilai aset-aset berisiko kembali surut. Supaya gairah bisnis dan investasi tetap terjaga, baik untuk jangka panjang maupun pendek, dibutuhkan pemulihan di setiap lini ekonomi secara berkesinambungan. Tidak hanya di sektor tenaga kerja, komponen lain seperti manufaktur, daya beli konsumen dan pasar perumahan juga harus pulih secara beriringan. Dengan begitu, motor penggerak pasar keuangan tidak lagi terpaku pada sokongan dana murah pemerintah akan tetapi beralih pada prospek ekonomi Amerika yang kuat dan permanen.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar