Sabtu, 21 Oktober 2017

market-outlook  Market Outlook

'Pemangkasan Bunga oleh ECB akan Berdampak Minimal'

Rabu, 1 Mei 2013 10:22 WIB
Dibaca 654

Monexnews - Perlambatan ekonomi di wilayah Eropa dalam tampak semakin kronis di awal kuartal II 2013. Selain tingkat harga konsumen yang masih rendah, jumlah pengangguran juga kian mengkhawatirkan. Kondisi seperti ini memperlihatkan dampak negatif dari iklim pemangkasan anggaran yang ramai dilakukan oleh negara-negara dengan neraca keuangan timpang. Bukan tidak mungkin Bank Sentral Eropa (ECB) segera merombak format suku bunga guna menggenjot gairah bisnis di kawasan.

Tingkat inflasi di 17 negara pengguna valuta Euro turun turun signifikan di bulan April ke titik terendah dalam empat tahun terakhir. Inflasi anjlok menjadi 1.2% atau jauh di bawah catatan satu bulan sebelumnya yang sebesar 1.7%. Di saat yang sama laporan tenaga kerja bulan Maret memperlihatkan bahwa jumlah pengangguran sudah sampai pada level memprihatinkan, yakni 12% atau setara 19.2 juta jiwa. Angka tersebut 1.7 juta orang lebih banyak dibandingkan satu tahun lalu. Pengangguran remaja bahkan sudah menembus 24% atau 3.6 juta orang di bawah usia 25 tahun tengah berjuang mencari pekerjaan. Yunani dan Spanyol bahkan memiliki warga usia muda tanpa pekerjaan terbanyak di Eropa, dengan rasio pengangguran lebih dari separuh warga remaja.

Resesi di Spanyol semakin parah pada kuartal II. Perekonomian negara ini berkontraksi 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan sebesar 0.5% dibandingkan kuartal IV 2012. Artinya, perekonomian di negara terbesar ke-empat Eropa tidak tumbuh sejak Juni 2011.

Potret suram benua biru telah memicu ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga oleh ECB dalam pertemuan Kamis ini. Suku bunga 0.75% yang berlaku sejak Juli 2012 bisa jadi dipandang tidak ampuh menggenjot roda ekonomi di sebagian besar negara. "Saya rasa perubahan suku bunga lebih baik daripada tidak sama sekali. Kalaupun bukan bulan ini, kemungkinannya tetap terbuka di bulan-bulan selanjutnya," demikian pendapat Howard Archer, Kepala Ekonom Eropa IHS Global Insight. Sayangnya, tidak banyak pihak yakin kalau penurunan interest rate akan berdampak signifikan karena secara individu, negara-negara seperti Spanyol dan Italia sedang bermasalah dengan pelunasan hutangnya. Apapun yang dilakukan ECB, baik memangkas suku bunga atau menelurkan kebijakan lainnya, hanya dianggap sebagai simbol partisipasi otoritas dalam membangun iklim perekonomian kawasan.

ECB memang berkepentingan menyuntik likuiditas ke pasar kredit supaya pelaku bisnis bisa menyerapnya dengan baik. Akan tetapi Mario Draghi dan kolega sudah jauh-jauh hari mengatakan keengganannya meniru quantitative easing (QE) seperti yang dilakukan oleh Federal Reserve maupun Bank of Japan. Otoritas kini harus mencari strategi baru guna merangsang perbaikan iklim usaha skala kecil dan menengah. Mengingat cara-cara konvensional terbukti tidak mampu menaikkan minat bisnis di Eropa.

Stimulus fiskal hanya bisa dilakukan oleh negara-negara dengan kondisi keuangan sehat atau minim beban hutang. Bukan mereka yang sedang berjuang memperketat sabuk anggaran demi lancarnya proses bayar hutang. Spanyol sudah menyatakan butuh waktu dua tahun untuk memenuhi target defisit 3% dari GDP yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Sedangkan Italia tengah memberlakukan pungutan pajak secara sporadis untuk menambah pemasukannya. Di tengah situasi seperti ini, apapun yang dilakukan oleh ECB akan sangat kontraproduktif dan tidak efisien. Sekali lagi, kebijakan suku bunga nantinya (jika memang terbukti demikian) lebih berperan sebagai taklimat dari Mario Draghi kepada negara anggota Euro, bahwa pihaknya peduli dengan perlambatan ekonomi terkini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar