Kamis, 19 Oktober 2017

market-outlook  Market Outlook

Penurunan Harga Emas Ancam Pos Devisa Negara

Jumat, 12 Juli 2013 11:27 WIB
Dibaca 859

Bank-bank sentral dunia selama ini kerap menimbun emas karena logam mulia ini dianggap sebagai cadangan aset paling aman. Selain dalam sejarahnya dikenal kebal inflasi, nilai emas juga anti tergerus oleh gejolak ekonomi dunia.

Monexnews - Bank-bank sentral dengan cadangan emas dalam jumlah besar diprediksi turut 'merugi' di tengah fase penurunan harga. Nilai simpanan otoritas moneter di wilayah Eropa dan anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) makin berkurang karena harga emas simpanannya terus turun. Semakin besar volume emas yang ditimbun oleh sebuah bank sentral, maka makin besar pula penurunan aset yang dialaminya.

"Penurunan harga emas sebanyak 23% sejak 13 Maret lalu sudah menggerus cadangan bank sentral sebanyak lebih dari $257 miliar," demikian pendapat Lembaga Penasihat Risiko, DaMina Advisory. Salah satu negara dengan kepemilikan emas cukup besar adalah Portugal. Negara ini menghitung cadangan devisanya berdasarkan mekanisme harga di pasar sehingga ketika harga di bursa komoditi jatuh, jumlah simpanan ikut anjlok drastis. "Saat emas turun, maka persepsi pasar terhadap stabilitas keuangan Portugal turut melemah," urai DaMina. Lembaga peneliti ini memperingatkan bank-bank sentral akan adanya risiko penurunan cadangan devisa lebih dalam apabila emas benar-benar melemah sampai level $1000 per ons. "Mereka akan mengalami masalah serius dalam hal neraca keuangannya sehingga menambah kekhawatiran soal stabilitas dan berkurangnya modal negara," tutup DaMina dalam laporannya.

* Harga emas saat ini terpantau di level $1281.57 per ons (kontrak Agustus) dan spot di posisi $1282.85 per ons

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar