Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

market-outlook  Market Outlook

PIMCO: Hutang adalah Sumber Resesi Dunia

Rabu, 12 Juni 2013 11:33 WIB
Dibaca 724

Monexnews - Tingginya beban hutang negara-negara maju makin membuka peluang terjadinya resesi dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Rasionya bahkan bukan fifty-fifty lagi namun sudah mencapai 60%, demikian menurut petinggi Pacific Investment Management Co (PIMCO), salah satu lembaga pengelola aset berbasis surat hutang.

Dalam siklusnya, perekonomian dunia mengalami fase resesi setiap 6 tahun sekali dan frekuensinya makin sering ketika rasio hutang pemerintah membengkak dan mengarah turun. Frekuensi resesi lebih sering ketimbang pada saat beban hutang negara-negara rendah namun mengarah naik. "Mengacu pada resesi global 2007 dan tingginya jumlah hutang saat ini dibandingkan empat tahun lalu, kami meyakini peluang terjadinya resesi global naik menjadi 60% dalam tiga sampai lima tahun ke depan," ujar Saumil H. Parikh, Managing Director dan Generalist Portfolio Manager PIMCO.

Rasio hutang terhadap GDP Amerika Serikat adalah sekitar 101.6% di tahun 2012, atau naik dibandingkan beban tahun 2011 yang 'hanya' 99.4%. Sementara Jepang bahkan mempunyai tanggungan hutang lebih dari 200%. "Kemungkinan resesi sangat besar dan dunia akan mencapai fase seperti 10-20 tahun lalu, di mana tingkat pertumbuhan antar negara berbeda-beda," ulas Parikh dalam laporannya. Eropa hampir pasti menetap dalam zona resesi sementara Amerika terjebak dalam pertumbuhan rendah. Kalaupun ada negara yang bergerak maju tak lain akan berasal dari wilayah Asia.

Petinggi PIMCO menyarankan supaya investor mengurangi kepemilikan aset berisiko di tengah memburuknya kondisi ekonomi global. Namun tidak semua investasi pendapatan tetap juga mempunyai prospek return yang bagus. Surat hutang Amerika Serikat dipandang terlalu mahal dan prospeknya kurang bagus. "Obligasi negara Australia, New Zealand, Swedia, Meksiko dan Brazil lebih menjanjikan," tambah Parikh. Begitu pula dengan bursa saham, PIMCO menyarankan supaya pemodal melirik pasar modal negara berkembang namun menjauhi saham keuangan asal China.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar