Minggu, 4 Desember 2016

market-outlook Market Outlook

Portugal Kembalikan Memori Krisis Eropa

Jumat, 5 Juli 2013 10:45 WIB
Dibaca 2356

Monexnews - Kisruh politik di negara Portugal rentan memicu krisis baru di tengah optimisme akan masa depan ekonomi Eropa yang lebih baik. Setidaknya pendapat inilah yang berada di benak investor kala mengetahui kabinet pemerintahan negara itu tidak solid lagi.

Seperti diketahui, pemerintah Portugal terpaksa harus merelakan dua menterinya lengser dari posisi strategis. Menteri Luar Negeri Paulo Portas, yang juga merangkap sebagai Ketua Partai Koalisi Junior, mundur karena beda pendapat soal pemangkasan anggaran dengan pemerintah awal pekan ini. Kepergian Portas menyusul pengunduran diri menteri keuangan Vitor Gaspar beberapa jam sebelumnya karena alasan serupa. Dalam surat pengunduran dirinya, Portas menyatakan tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam hal pemangkasan anggaran. "Saya hormati apa yang dilakukan perdana menteri, namun saya tidak sependapat," ujar Portas dalam pernyataan resminya.

Dalam klausul bailout senilai 78 miliar Euro tahun 2011 silam, Portugal memang dipaksa untuk mengambil langkah efisiensi kejam guna menyeimbangkan neraca keuangan yang terlanjur bobrok. Negara ini telah mengalami resesi selama dua tahun dan perekonomiannya diperkirakan kembali berkontraksi 2.3% tahun 2013. Guna menghindari adanya pertentangan dalam kabinet, PM Coelho menunjuk menteri keuangan Maria Luis Albequerque sebagai menkeu yang baru. Portas sendiri sudah sejak lama menentang beberapa poin pemangkasan anggaran, salah satunya adalah wacana kenaikan pajak bagi pensiunan. Masih belum jelas apa dampak dari pengunduran diri Portas terhadap hubungan Partai CDS-PP dan Sosial Demokrat. Kedua institusi politik ini sudah bersama membangun kabinet dalam dua tahun terakhir dan boleh jadi lengsernya Portas menjadi sinyal pecah kongsi di tengah krisis ekonomi berkepanjangan.

Efek perpecahan di kursi pemerintahan terlihat pada melonjaknya imbal hasil obligasi 10-tahun Portugal pada hari Rabu (03/07) ke level tertinggi harian di 8.18%. Skenario terburuk yang berada di kepala pemilik modal adalah ketidakmampuan Portugal untuk menyelesaikan krisis sesuai target awal. Sebagai catatan, semakin tinggi risiko gagal bayar hutang suatu negara maka semakin tinggi pula lonjakan pada yield obligasinya.

Media Portugal memberitakan bahwa ada dua menteri yang kemungkinan menyusul pengunduran diri dua koleganya dalam waktu dekat. Jika ini benar terjadi, maka pemerintahan Lisbon bisa benar-benar goyah karena citra PM Coelho makin buruk di mata mitra politiknya. Apabila tekanan politik menguat dalam beberapa pekan ke depan, bukan tidak mungkin wacana pemilu baru mengemuka di kalangan warga Portugal. Artinya, pergeseran peta politik hanya akan menghambat program efisiensi yang sedang dijalankan oleh kabinet saat ini.

Kabar Portugal menjadi begitu penting bagi pelaku pasar karena rawan mengganjal upaya pemulihan kawasan secara keseluruhan. Sejak kemunduran dua menteri penting di negara ini, bursa saham dan imbal hasil obligasi negara-negara Eropa lainnya turut bergejolak tajam. Di bawah skema bailout senilai 78 miliar Euro yang dirancang oleh Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF), Portugal dijadwalkan untuk mencatat keseimbangan neraca pada pertengahan 2014. Pelaku ekonomi dan warga dihadapkan pada suatu fase kehidupan yang berat sejak efisiensi pertama kali diberlakukan. Reformasi struktural dan penghematan belanja sontak membuat sendi perekonomian berdenyut lemah sehingga nilai gross domestic product nasional menciut dan angka pengangguran meroket sampai level fantastis, 18%.

Pemerintah sudah mengaku kesulitan untuk mencapai target-target yang dicanangkan dalam skema dana talangan. Namun berkat 'kemurahan hati' pihak kreditur, negara ini diberikan waktu ekstra untuk memenuhi target defisit anggaran selama satu tahun. Kebijakan Uni Eropa dan kolega sesungguhnya bisa memperburuk iklim pemulihan karena proposal  perpanjangan waktu yang diajukan Portugal rawan ditiru oleh negara bermasalah lainnya. Yunani dan Siprus merupakan dua negara dengan tipikal masalah serupa dengan Portugal. Bukan mustahil pemerintah keduanya ingin mendapat konsesi yang sama dari pejabat tinggi Eropa dalam hal pemenuhan target defisit.

Yunani kini sedang menghadapi vonis terkait permohonan bail out lanjutan pasca program dana talangan terdahulu. Pemerintahan Antonis Samaras memiliki waktu sampai hari Senin depan untuk meyakinkan otoritas bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas-tugas yang belum lunas. Beberapa amanat penting memang belum mampu ditunaikan oleh Yunani, mulai dari reformasi tenaga kerja sipil, optimalisasi pemasukan dari penjualan aset hingga penghematan di sektor kesehatan masyarakat. Mengacu pada kegagalan Athena memenuhi persyaratan itu, seharusnya Uni Eropa sudah menutup pintu untuk pengucuran bailout susulan. Namun tentu hal itu bukan suatu kebijakan yang diinginkan oleh Yunani dan pelaku pasar keuangan kebanyakan. Kebaikan hati dari Troika kini sangat diharapkan sehingga aura krisis hutang tidak lagi muncul ke permukaan.

*Nilai tukar Euro terpantau di level 1.28971 per Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar