Jumat, 31 Oktober 2014

market-outlook Market Outlook

Preview Wall St: Menagih Janji 'Helicopter Ben'

Senin, 10 September 2012 10:44 WIB
Dibaca 851

Monexnews - Dua agenda penting akan mempengaruhi pergerakan harga saham Amerika Serikat (AS) pekan ini. Apakah itu?

Sentimen tentang kemunculan stimulus baru masih akan mendominasi lantai bursa dalam lima hari ke depan. Federal Reserve kembali bertemu pekan ini guna membahas perkembangan terbaru soal kinerja ekonomi dan moneter domestik. Seluruh perhatian investor sipastikan tercurah ke pertemuan yang dimulai hari Rabu besok (12/09). Bank sentral telah berjanji menelurkan kebijakan akomodatif apabila kebutuhannya mendesak. Jika berkaca pada komitmen itu, kemungkinan adanya stimulus baru cukup besar mengingat laporan sektor tenaga kerja Jumat lalu memperlihatkan fakta negatif. Data jobs bulan Agustus gagal memuaskan ekspektasi pelaku pasar dan ekonom. Ben S. Bernanke sudah berjanji bahwa pihaknya siap bertindak ketika daya serap pekerja Amerika 'sudah mencemaskan'. Jadi, janji dari sosok tertinggi di institusi moneter Amerika idealnya bisa ditepati pada meeting mendatang.

Beberapa data penting juga akan dirilis pekan ini, mulai dari wholesale inventories, traeasury budget, industrial production, retail sales hingga consumer sentiment. Seluruh laporan tersebut berperan penting sebagai parameter pemulihan ekonomi di AS. Dari sektor korporasi, khususnya teknologi, beberapa emiten juga siap melaksanakan agendanya masing-masing. Apple Inc (AAPL) dijadwalkan memamerkan iPhone 5 di hari Rabu. Sementara Nintendo (NTDOF) juga siap meluncurkan konsil Wii U ke hadapan khalayak. Dua produk tersebut sangat menentukan jumlah laba usaha dari masing-masing produsen di masa depan.

Satu lagi peristiwa yang tidak kalah penting akan datang dari wilayah Eropa, terkait rencana bank sentral (ECB) untuk mati-matian menjaga reputasi euro. Variabel yang berpotensi menjegal aktivasi European Stability Mechanism (fasilitas bailout permanen Eropa) adalah keputusan dari Mahkamah Konstitusi Jerman. Institusi akan memutuskan apakah keberadaan ESM sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Mahkamah kemungkinan besar tetap mengakui eksistensi formula baru tersebut, namun mahkamah bisa saja menetapkan prasyarat untuk dipenuhi oleh otoritas Eropa. Apapun itu, syarat dari MK Jerman dapat memperlambat proses pencairan dana bagi negara yang membutuhkan. Ekspektasi ini mencuat lantaran telah lama muncul friksi antara ECB dan bank sentral Jerman terkait langkah-langkah penyelesaian krisis. Keputusan MK rentan menghambat niat pembelian obligasi negara-negara pesakitan oleh Mario Draghi dan kolega.

Secara keseluruhan, performa Wall Street pekan lalu cukup bagus. Ketiga indeks utama mencetak gain, S&P 500 dan Nasdaq naik lebih dari 2% sekaligus mengukir penguatan mingguan terbaik sejak awal Juni silam. Sedangkan Dow Jones naik sekitar 1,6%.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Monthly

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar