Monexnews - Indeks bursa Hong Kong – Hang Seng tumbang dari level penutupan tertinggi dalam satu bulan terakhir di perdagangan hari Selasa (19/6) dan bertengger di kisaran 19394 atau anjlok -65 poin.
Penurunan terutama akibat bangkitnya kekhawatiran terhadap krisis zona euro serta akibat memuncaknya yield obligasi negara Spanyol dan Italia sehingga membuat investor menjauh dahulu dari aset beresiko. Belum tuntasnya persoalan keuangan di Spanyol memicu imbal hasil obligasi terus melonjak. Imbal hasil atau yield obligasi Spanyol bertenor 10-tahun melonjak tajam hingga kini bertengger di 7,15%. Padahal level tersebut sama seperti negara Irlandia ketika meminta bailout ke Uni Eropa.
Akibat kekhawatiran tersebut, kalangan investor kemungkinan hanya akan melakukan strategi trading dalam jangka pendek, bahkan kini ada yang cenderung mengambil sikap wait and see atau lebih baik keluar posisi dahulu dengan sell sambil menunggu suasana yang lebih kondusif.
Secara teknikal selama indeks Hang Seng (HK_HKK50) konstan berada di bawah garis bearish trend channel, rally Hang Seng akan terbatas. Indikator Moving Average (MA-7 dan MA-14) serta MACD yang masih terkondisi bearish turut akan menghambat laju penguatan indeks.
Namun demikian dengan Stochastic yang uptrend, masih dapat mengangkat indeks setidaknya ke resisten 19615 (Fibo 38.2%) kemudian 20,000 hingga 20430 (Fibo 23.6%) atau bahkan 20700. Sementara koreksi akan membawa bursa Hong Kong ini ke support 18930 (Fibo 50%) kemudian 18600 dan 18270 (Fibo 61.8%) atau hingga ke 17855 (terendah Juni 2012).(Dar)
Grafik indeks Hang Seng, HK_HKK50 (W1); sumber MonexTrader

Komentar