Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news GDP AS Q1 1.2% vs publikasi awal 0.7%, lebih tinggi dari estimasi 0.9%.

market-outlook  Market Outlook

Prospek Kospi Bergantung Pada Nilai Tukar

Selasa, 21 Januari 2014 15:15 WIB
Dibaca 549

Monexnews - Setelah momentum rally beberapa kali tumpul, indeks utama Korea Selatan – Kospi akhirnya berhasil rebound pada perdagangan hari Selasa (21/01) berkat bangkitnya optimisme investor terkait munculnya berita positif domestik maupun luar negeri.

Penguatan bursa Seoul ini terutama berkat dukungan data ekonomi yang rilis positif. Laporan pemerintah menyebutkan angka ekspor dalam 20 hari pertama saja di bulan Januari tercatat telah naik hingga 5,8% dari tahun sebelumnya.

Sentimen juga meningkat setelah salah seorang pejabat kementerian memproyeksikan, tingkat investasi asing terhadap obligasi dalam negeri kemungkinan akan naik untuk kali pertama dalam enam bulan hingga akhir Januari.

Sementara faktor eksternal juga turut menaikkan gairah investor hari ini terkait kekhawatiran terhadap kredit macet di China berangsur mereda setelah Bank Rakyat China (PBOC) menyuntikkan dana segar ke pasar di awal perdagangan hari ini.

Hingga medio bulan ini, lantai bursa Kospi nampak terus terkikis pada teritori negatif lantaran terbawa suasana bursa Asia yang lesu setelah Wall Street mengalami degradasi di awal tahun 2014. Selain itu, data ekonomi Korea Selatan yang di rilis pertengahan Januari lalu memberikan sinyal masih rendahnya tekanan inflasi di negara dengan perekonomian terbesar ke-4 dunia tersebut.

Harga produk impor Korea Selatan masih mencatatkan penurunan tahunan sebesar (-3,5%) di bulan Desember setelah merosot hingga (-4,9%) di November. Dengan tingkat harga import yang masih negatif, menunjukkan masih rendahnya tekanan inflasi. Dan hal itu akan mendorong Bank Sentral Korea (BoK) untuk tetap menjalankan kebijakan suku bunga rendah demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di negeri gingseng tersebut. 

Untuk prospek kedepannya, para investor masih akan mencemaskan outlook pendapatan eksportir Korea Selatan terkait menguatnya kurs mata uang won-Korsel serta pelemahan Yen Jepang. Sehingga hal itu mendorong para investor cenderung untuk menjual saham-saham berbasis eksportir yang belakangan ini juga sudah cukup jenuh atau overbought.(dar)

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar