Rabu, 26 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Prospek Suku Bunga Korsel Bergantung Kinerja GDP

Jumat, 25 Juli 2014 13:39 WIB
Dibaca 701

Monexnews -

Upaya pemerintah Korea Selatan dalam meingkatkan taraf hidup masyarakat melalui perbaikan pertumbuhan ekonomi terealisasi pada saat pertemuan kebijakan bersama Bank of Korea di hari Kamis lalu (24/7) dengan mengumumkan paket kebijakan stimulus.

Pemerintah Korea Selatan akhirnya mengumumkan paket stimulus senilai $40 miliar (41 triliun won) yang ditujukan untuk mendongkrak aktivitas perekonomian terbesar ke-4 di Asia tersebut.

Dalam kebijakan tersebut pemerintah juga akan melonggarkan peraturan kredit perumahan dan memberikan insentif pajak bagi dunia usaha yang saat ini menggunakan cadangan kasnya untuk pembayaran upah dan dividen.

Paket stimulus tersebut mencakup ekspansi pada belanja fiskal sebesar 11,7 triliun won dan bantuan keuangan 29 triliun won. Pemerintah juga menaikan rasio loan-to-value dan debt-to-income masing-masing menjadi 70% dan 60% demi menggairahkan sektor properti Korea Selatan.

Kebijakan paket tersebut diumumkan setelah pemerintah merilis angka perekonomian Korea Selatan (GDP) yang melambat di kuartal ke-2 akibat merosotnya tingkat belanja konsumen dan rendahnya laju pemulihan ekonomi global.

Bank of Korea melaporkan bahwa produk domestik bruto Korsel (GDP) tumbuh 0,6% pada kuartal II 2014 dari kuartal sebelumnya di leve 0.9%, dan lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 0,7%. Dibandingkan tahun sebelumnya, GDP y/y Korsel tumbuh 3,6% dari triwulan sebelumnya di angka 3.9%.

Mengacu data fundamental terakhir, tingkat belanja konsumen dilaporkan turun sebesar 0,3% dari periode sebelumnya, sekaligus merupakan penurunan terbesar sejak kuartal III tahun 2011. Sedangkan nilai ekspor naik 1,9% dan tingkat investasi menguat 1,3%.

Melihat tren pertumbuhan yang menurun tersebut, bank sentral Korea Selatan akhirnya menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2014 ini menjadi 3.8% pada rapat kebijakan moneter itu. Bahkan bank sentral akan mengkaji kembali tingkat suku bunga di level saat ini dan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menurunkan suku bunga utama demi mendukung laju pertumbuhan yang ekspansif di negeri yang kaya akan gingseng tersebut.

 

 

(DaruWibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar