Market Outlook

QE3 Atau Tidak Ada QE3?

Rabu, 20 Juni 2012 18:40 WIB
Dibaca 1610

Monexnews -

Berbagai mata uang berimbal hasil tinggi (high yielders) seperti Euro, Sterling dan Aussie stabil di teritori positif seiring spekulasi para pelaku pasar terhadap stimulus moneter tambahan dari berbagai bank sentral global.

Spekulasi ini masih terjaga setelah adanya komentar mengejutkan yang cukup dovish dari Mervyn King paska minutes BoE yang menunjukkan adanya ekspansi QE bank sentral Inggris senilai 50 milyar poundsterling.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada rapat FOMC dan konferensi pers Bernanke, jika Bernanke masih pertahankan arah kebijakan moneter sama seperti testimony nya didepan Kongress AS minggu lalu, yakni mempertahankan posisi netral dengan cukup hati-hati dan tetap membuka peluang stimulus jika dibutuhkan, maka respon para investor kemungkinan akan menjadi negatif dan reli di mata uang berimbal hasil tinggi berpotensi untuk mereda. Sebaliknya, jika ternyata Bernanke berani memberikan sinyal seperti yang telah dilakukan oleh BoE, dimana sinyalemen stimulus semakin jelas, maka mata uang berisiko berpotensi untuk meroket lebih jauh mendekati level resisten nya.

Secara teknikal, memang mengatakan ada peluang stimulus karena berbagai indikator dari time frame m5 s/d h4 masih bullish, namun sebenarnya peluang The Fed untuk memutuskan QE3 nanti malam masih sangat kecil, dikarenakan core CPI bulan Mei lalu masih unchanged di level 2.3%, masih diatas target The Fed 2%. Bahkan tingkat pengangguran meskipun naik ke 8.2%, namun telah mengalami trend penurunan yang signifikan dari tahun 2010 di level 10%.

Berbagai data makro AS ini menggambarkan bahwa keputusan QE3 mungkin akan ditunda sampai setidaknya The Fed bisa mendapatkan bukti lebih lanjut atas outlook ekonomi yang memburuk seperti tingkat pengangguran yang tidak turun ke level yang konsisten dengan mandate bank sentral dan jika outlook inflasi jangka menengah turun signifikan ke bawah target 2% The Fed.

Kesimpulannya, melihat pencetakan uang oleh The Fed maupun oleh bank sentral Eropa (ECB) masih kecil kemungkinannya, maka berbagai aset berisiko masih sulit untuk pertahankan reli.

(Sap)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar