Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

market-outlook  Market Outlook

Review Wall Street: Catatan Manis Dow Jones

Rabu, 6 Maret 2013 10:37 WIB
Dibaca 544

Monexnews - Bursa saham Amerika Serikat masih menapaki fase penguatannya di awal Maret 2013. Ketiga indeks utama kompak mencatat kenaikan optimal dan belum kunjung melemah. Performa paling impresif semalam dicetak oleh Dow Jones, yang sukses mengulangi masa kejayaannya di tahun 2007 silam.

Dow Jones menguat lebih dari 125 poin untuk bersandar di rekor tertinggi sepanjang masa, 14,253.77 sekaligus mematahkan catatan terbaik sebelumnya. Indeks bahkan sempat merangsek ke level tertinggi harian di 14,286.37 sebelum akhinya menutup sesi perdagangan Selasa di titik lebih rendah.

Sementara itu indeks S&P 500 naik 15 poin dan finish di level tertinggi sejak Oktober 2007. Sekarang S&P 500 tinggal membutuhkan 2% untuk bisa menyambangi rekor closing high-nya. Berbeda dengan 5 tahun silam, optimisme pelaku pasar masih tampak besar mengingat kondisi fundamental ekonomi juga berbeda. Jika dahulu bursa saham berjaya sebelum Amerika masuk ke fase penurunan ekonomi, maka tahun ini indeks utama memecahkan rekor tertinggi di kala negeri adidaya baru mulai berupaya bangkit. Jadi, tidak tertutup kemungkinan rangkaian rekor baru akan kembali diukir Wall Street di tahun ini.

Faktor-faktor lain yang bisa mendongkrak kinerja bursa lebih lanjut adalah valuasi harga saham yang terbilang rendah (dibanding 2007) serta meningkatnya gairah bisnis. Konsumen dan pengusaha juga tidak memiliki hutang yang besar dan sudah lebih banyak menyimpan kas, sebuah jaminan akan bergulirnya roda ekonomi nasional. Seiring dengan membaiknya kinerja sektor perumahan dan menurunnya angka pengangguran, ekspektasi akan terwujudnya Amerika yang lebih baik bukan hanya sebuah angan-angan.

Dua indeks utama memang mengukir performa apik, akan tetapi Nasdaq masih harus berjuang mengembalikan momentumnya. Indeks teknologi itu masih 40% di bawah rekor terbaik sepanjang masa yang tercipta pada tahun 2000, tepat sebelum gelembung harga aset di sektor teknologi terjadi. Secara keseluruhan, investor diprediksi akan menahan diri sesaat mengingat Dow Jones telah melonjak sebanyak 9% sejak awal tahun ini. Maka dari itu, bukanlah sesuatu yang mengejutkan apabila harga-harga saham mengalami koreksi sehat sebelum konsolidasi lagi. Adapun isu-isu yang rawan memberi tekanan bagi ekuitas antara lain masalah pemangkasan anggaran di Washington dan eskalasi politik di Eropa. Deadlock kekuasaan di Roma merupakan bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu jika rekonsiliasi antar partai gagal dicapai.

Sebagai catatan, minat berisiko investor belum pulih sama sekali terutama jika dilihat dari arus dana masuk ke pasar ekuitas tahun ini. Pemodal baru menanamkan dana $21 miliar ke reksadana saham atau jauh di bawah jumlah penarikan dari produk tersebut sejak krisis finansial 2008, yang besarannya mencapai $500 miliar. Jika mengacu pada indikator reksadana tersebut maka bursa Amerika masih memiliki ruang untuk melakukan manuver naik seiring potensi aliran dana masuk dalam beberapa bulan ke depan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar