Sabtu, 27 Mei 2017

market-outlook  Market Outlook

Senin Kelabu bagi Logam Mulia

Selasa, 16 April 2013 12:22 WIB
Dibaca 1273

Monexnews - Tahun 2013 mungkin akan menjadi periode tersulit bagi pasar komoditi dunia. Rangkaian sentimen dan faktor fundamental seakan tidak berpihak pada pergerakan harga-harga. Hingga memasuki kuartal II, kinerja harga komoditi khususnya logam mulia justru makin memburuk.

Kontrak berjangka emas mencatat rasio penurunan harian terparah sejak tahun 1980-an pada hari Senin kemarin (15/04). Harga logam kuning favorit investor ini anjlok selama dua sesi beruntun hingga terjebak di area bearish. Di saat yang sama, harga perak turun sampai 11% ke level penutupan terendah sejak lebih dari dua tahun karena lemahnya prospek permintaan dari sektor industri.

Aksi jual masif komoditi logam secara otomatis berdampak pada kinerja saham-saham emiten pertambangan, khususnya yang berasal dari Amerika Serikat. Harga saham Freeport-McMoran Copper & Gold Inc merosot 8,2% dan Newmont Mining Corp terperosok hingga 5,8% dalam satu hari. Saham-saham sumber daya memimpin koreksi yang dialami oleh indeks S&P 500. Kontrak emas untuk pengiriman bulan Juni turun $140.30 atau 9,3% ke level $1361.10 per ons di NYMEX kemarin. Bahkan level terendah yang tercatat adalah $1355.30 per ons. Level penutupan itu merupakan yang paling rendah sejak bulan Februari 2011, menurut data FactSet.

Secara persentase, rasio koreksi kemarin juga menjadi yang paling besar sejak Februari tahun 1983. Sementara jika dihitung dari angka penurunan dalam satuan Dollar, penurunan semalam juga yang terbesar sejak tahun 1980, atau kerugian terparah ke-dua dalam sejarah. Gejala pelemahan harga emas secara drastis mulai terlihat sejak Jumat lalu. Ketika itu logam mulia ini kehilangan $63.50 atau 4,1% ke level $1501.40 per ons. Jika dihitung dari rekor penutupan tertinggi tanggal 22 Agustus 2011 di level $1888.70, maka emas sudah anjlok sebanyak 20,5% hari ini.

Berkaca pada performa buruk emas kurang dari sepekan terakhir, investor kemungkinan menahan diri untuk sementara waktu sampai arah pergerakan lebih jelas. Aksi jual teknikal lazimnya berlangsung selama 3-4 hari walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk lebih lama lagi. Bagi investor institusional, masih ada ruang untuk menanti pergerakan emas ke level yang lebih rendah atau bottom-nya. Kini tugas pelaku pasar adalah membaca sampai sejauh mana emas akan turun dan kemudian mencari titik beli yang ideal. Mengambil posisi jual saat ini sama artinya dengan menerima kerugian, terlebih karena sesuatunya masih belum jelas. Saat rasio koreksi secara berangsur menipis, di situlah titik beli atraktif mulai bisa dibidik.

Menurut Senior Analyst Monex, Daru Wibisono, level krusial yang akan menentukan pergerakan kontrak emas jangka pendek ada di $1308 (level terendah Januari 2011). Harga itu bisa menjadi titik beli ideal meskipun potensi penurunan ke bawah juga tetap terbuka lebar, berkaca pada dinamika ekonomi dunia. Adapun kisaran terendah yang sudah tercapai pada sesi Selasa adalah $1522 per ons. 

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar