Senin, 18 Desember 2017

market-outlook  Market Outlook

Setelah Tersita ke Hong Kong, Fokus Asia Mulai Beralih ke Fundamental

Senin, 6 Oktober 2014 13:55 WIB
Dibaca 923

Monexnews -

Setelah sepanjang pekan lalu sentimen pasar diguncang oleh kemelut politik di Hong Kong, minggu ini fokus investor mulai beralih ke data-data ekonomi dan keputusan kebijakan suku bunga dari beberapa bank sentral di Asia dan Australia.

Setidaknya Bank of Japan (BOJ), Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank Indonesia semuanya akan merilis hasil kebijakannya pada hari Selasa (7/10).

Sementara bursa Hang Seng membuka perdagangan di awal pekan ini dengan rebound setelah pada pekan sebelumnya terpuruk hingga ke kisaran rendah dalam 4 bulan terakhir pada area 22500-an.

Rally Hang Seng terutama berkat situasi yang kini berangsur kondusif di Hong Kong setelah kalangan petinggi kota itu akhirnya bersedia melakukan pembicaraan dan berunding dengan para demonstran guna menghindari konfrontasi yang lebih frontal sekaligus mencari solusi damai demi tercapainya kesepakatan bersama.

Dan mengawali pekan ini, pasar China masih tutup dan baru akan membuka perdagangan pada hari Rabu sekaligus merilis data HSBC service PMI bulan September. Pemerintah Hong Kong sedianya juga akan merilis data HSBC PMI dan cadangan devisa Hong Kong untuk September masing-masing hari Selasa dan Rabu.

Di negeri Sakura, selain terfokus ke hasil rapat BOJ, investor juga akan mencermati data machinery orders Jepang bulan Agustus yang akan tayang hari Kamis dan diperkirakan akan mencatat angka yang positif. Data tersebut merupakan barometer atas belanja dan pengeluaran sektor korporasi, sekaligus merupakan faktor integral dalam strategi PM Shinzo Abe demi menuntaskan masalah deflasi.

Dan pekan ini, kalangan eksportir di bursa Nikkei nampak masih akan menuai keuntungan dari pelemahan nilai tukar yen yang terus bercokol di atas kisaran 109/dollar.   

Sementara setelah merilis data cadangan devisa yang merosot di hari Senin (06/10), aktivitas perdagangan di Korea Selatan kemungkinan akan lesu setelah merespon data tersebut seiring pasar juga akan tutup pada hari Kamis (9/10). Data forex reserves bulan September yang di rilis di awal pekan mencatat penurunan ke angka $ 364.41 milyar, dari bulan sebelumnya di angka $ 367.53 milyar.   

Dari dalam negeri, selain merilis hasil kebijakan suku bunga di hari Selasa, pemerintah RI juga merilis data cadangan devisa September di hari Senin dan penjualan ritel bulan Agustus di hari Rabu.

Secara umum investor domestik masih diliputi kekecewaan setelah angka neraca perdagangan RI mengalami defisit di bulan Agustus, padahal pada bulan sebelumnya mencatat angka surplus.
(DaruWibisono)    

 

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar