Minggu, 26 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

Suku Bunga, Pembunuh Utama Pasar Saham

Kamis, 25 Juli 2013 11:04 WIB
Dibaca 771

Monexnews - Bursa saham Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan berarti sepanjang semester I 2013. Namun demikian, kiprah harga ekuitas diprediksi lebih berliku di paruh ke-dua tahun ini karena adanya satu 'silent killer' yang menanti.

Analis nyentrik Jim Cramer memperingatkan investor supaya tetap waspada dalam memantau kondisi fundamental ekonomi Amerika dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, masih ada satu variabel yang akan 'membunuh' minat investasi berisiko pelaku pasar yang tak lain adalah kenaikan suku bunga.

Kebijakan moneter dari bank sentral selalu berpengaruh besar terhadap kinerja dan pendapatan emiten. Oleh karena itu, investor diminta berhati-hati dalam menyikapi iklim bisnis dan dinamika kebijakan jika tidak mau nilai investasinya tergerus oleh arah suku bunga. "Perhatikan pasar perumahan yang sedang panas-panasnya. New home sales melonjak 8.3% dan harga rumah naik 12% dalam satu tahun saja," demikian urai Jim Cramer berapi-api kepada CNBC. Fakta ini sudah terkondisikan di sektor perumahan sendiri, di mana bunga kredit hunian sudah berada pada level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Cramer juga meramalkan membaiknya kinerja pendapatan emiten sektor otomotif di masa depan. Biasanya, peningkatan aktivitas di sektor ini mencerminkan bullish ekonomi domestik secara keseluruhan. "Mereka (produsen otomotif) akan menjadi motor pemulihan," tegas Cramer. Sementara hasil pendapatan sektor penerbangan juga mampu menggambarkan meningkatnya mobilitas bisnis di Amerika. Laba maskapai besar seperti Delta dan US Airways menunjukkan prospek permintaan bisnis yang lebih luas di masa depan. Terbuka peluang ekspansi lebih lanjut bagi perusahaan berbasis aviasi, termasuk Boeing, yang nantinya dapat berperan dalam penyerapan tenaga kerja. Atas dasar itulah Cramer menilai suku bunga saat ini sudah tidak sejalan dengan kencangnya laju aktivitas di beberapa sektor penting.

Untuk jangka panjang, kenaikan suku bunga akan berdampak bagus terhadap kinerja saham. Akan tetapi Cramer menilai kalau suku bunga dinaikkan sekarang maka efeknya sangat buruk ke bursa, karena investor juga sedang dibayangi skenario penarikan stimulus moneter. Cara terbaik bagi investor untuk melindungi nilai asetnya adalah dengan mewaspadai kondisi ekonomi yang rentan memicu kenaikan suku bunga. "Anda tidak bisa lari, kenaikan suku bunga akan datang pada akhirnya," tutup Cramer.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar