Selasa, 28 Maret 2017

market-outlook  Market Outlook

'Sulit untuk Menjauh dari Godaan Saham Amerika'

Rabu, 6 Maret 2013 11:30 WIB
Dibaca 741

Monexnews - Indeks saham Amerika Serikat (AS) merangkak ke level tingginya masing-masing berkat kepercayaan diri yang tinggi di wajah pelaku pasar. Performa apik bursa ekuitas diyakini akan mengundang lebih banyak minat investasi ketimbang potensi penarikan dana besar-besaran dalam waktu dekat.

Demikian pendapat analis eksentrik, Jim Cramer, saat diwawancarai oleh CNBC. Menurutnya, godaan profit di saham Amerika terlalu besar sehingga investor ritel sulit untuk keluar dari pasar. Salah satu pertimbangan yang melandasi minat beli pemodal antara lain pengaruh dari komentar-komentar yang keluar dari mulut pejabat negara maupun investor kelas kakap. Cramer merujuk pada komentar miliarder Warren Buffett awal pekan ini, yang cukup dicerna dengan baik oleh pelaku pasar. Kepada CNBC, pemilik Berkshire Hathaway mengatakan bahwa secara rasional, beberapa saham memang menawarkan nilai lebih kepada pemegangnya.

Dow Jones menguat lebih dari 125 poin untuk bersandar di rekor tertinggi sepanjang masa, 14,253.77 sekaligus mematahkan catatan terbaik sebelumnya. Indeks bahkan sempat merangsek ke level tertinggi harian di 14,286.37 sebelum akhinya menutup sesi perdagangan Selasa di titik lebih rendah. Sementara itu indeks S&P 500 naik 15 poin dan finish di level tertinggi sejak Oktober 2007. Sekarang S&P 500 tinggal membutuhkan 2% untuk bisa menyambangi rekor closing high-nya.

"Di saat investor kehilangan kepercayaan diri, pernyataan Buffett tentang pembelian saham memang masuk akal," ujar Cramer. Komentar sang miliarder menyadarkan banyak orang bahwa belum waktunya mereka keluar dari pasar walaupun kenaikan harganya sudah terlampau signifikan. "Bagaimana anda ingin keluar kalau emiten-emiten seperti Qualcomm dan Google terus merilis berita bagus," tambahnya. Cramer sendiri memuji Google, yang konsisten menghasilkan laba dan terlihat lebih kuat dari waktu ke waktu.

Pelaku pasar sejauh ini terus disuguhkan oleh kabar-kabar positif dari pelaku industri dan korporasi. Investor kawakan Stanley Druckenmiller beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kinerja bursa lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan akomodatif bank sentral dan angka inflasi. Namun Cramer lebih memandang kenaikan harga saham belakangan ini lebih banyak dipicu oleh performa perusahaan-perusahaan itu sendiri. "Orang Amerika tidak begitu saja mengubah gaya hidup dan berinvestasi karena apa yang dilakukan Federal Reserve," paparnya. Ia juga meyakini reputasi Dollar tidak akan turun begitu saja sebagaimana ketakutan banyak pihak.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar