Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

market-outlook  Market Outlook

Teka-teki di Balik Debut Kuroda

Rabu, 3 April 2013 17:28 WIB
Dibaca 466

Monexnews - Kalau dulu wacana program anti-deflasi cuma sekedar retorika, maka tidak demikian halnya di tahun 2013. Bank sentral Jepang (BOJ) diperkirakan merilis kebijakan baru guna memutarbalikkan fase deflasi menjadi inflasi dengan target 2% pada pertemuan hari Kamis (04/04).

Di bawah komando gubernur baru, Haruhiko Kuroda, BOJ menetapkan target inflasi sebagai prioritas utama pemulihan ekonomi. Sederet kebijakan tengah dipersiapkan oleh otoritas untuk memenuhi sasaran inflasi 2% dalam dua tahun ke depan. BOJ berkewajiban melaksanakan titah perdana menteri Shinzo Abe, yang sudah sejak lama mengidamkan trend pertumbuhan nasional yang positif. Gagasan utamanya adalah dengan mengkombinasikan stimulus fiskal dengan pelonggaran moneter baru guna memerangi deflasi. Untuk menjalankan strategi yang dikenal dengan sebutan 'Abenomics' ini, sang PM telah menunjuk sosok ekonom dengan orientasi kebijakan agresif yaitu Haruhiko Kuroda.

Meskipun sikap skeptis terhadap efektivitas peran BOJ masih tampak di kalangan pelaku ekonomi, Kuroda siap memberikan perintahnya pada pertemuan esok. Kendala utama yang kemungkinan dihadapi oleh mantan presiden Asian Developent Bank ini adalah potensi lonjakan upah pekerja, suatu hal yang membuat target inflasi sulit dicapai. Ekonom sudah jauh hari mengungkapkan skenario kebijakan yang diambil oleh Kuroda di pertemuan perdananya bersama BOJ. Paling minimal, ia hanya akan menambah porsi pembelian obligasi. Program pembelian surat hutang jangka pendek kemungkinan diperluas melalui pembelian surat hutang dengan tenor lebih panjang atau bahkan tidak tertutup kemungkinan pembelian aset lain seperti surat hutang perusahaan, aset-aset komersial dan Exchange Traded Funds (ETF). Lebih lanjut, BOJ bisa langsung menetapkan tanggal pembelian aset-aset itu tanpa banyak bicara.

Terlepas dari aksi beli aset yang mungkin diputuskan besok, efek kebijakan akan terbatas karena BOJ telah beberapa kali menambah porsi pembelian obligasinya. Apalagi friksi politik dapat seaktu-waktu muncul, terkait wacana pembelian obligasi berdenominasi asing. Konsekuensi dari niat ini tentu adalah penurunan nilai tukar Yen. Pemerintah harus mewaspadai munculnya tuduhan perang mata uang dari dunia internasional jika hal ini benar-benar terwujud. Oleh karena itu, besar kemungkinan Kuroda mengambil kebijakan stimulus secara bertahap dan bukan secara frontal di debutnya. Program-program lain bisa menyusul pada pertemuan lanjutan sebagaimana lazim diterapkan oleh banyak bank sentral. Seraya menuntaskan seluruh misi tersebut, Kuroda juga lebih leluasa menggalang dukungan dari pelaku keuangan, dan meninggalkan kesan terburu-buru di mata investor. Skenario seperti ini tentu akan sedikit mengecewakan investor di lantai bursa, yang terlanjur berharap munculnya gebrakan besar di bulan April. Namun untuk pencapaian target sesuai harapan, eksekusi gradual layak dikedepankan. 

Apapun yang terjadi di Tokyo hari Kamis, pelaku pasar keuangan sudah menikmati efek positif dari kepemimpinan baru negara Jepang. Nilai tukar Yen melemah signifikan, turun sebanyak 20% terhadap Dollar sejak awal Oktober silam. Sementara indeks saham utama Nikkei meroket di atas 42% sejak medio November 2012.

Patut dicatat bahwa ruang kebijakan bagi Abe-Kuroda sesungguhnya tidak terlalu lapang. Suku bunga Jepang sudah berada di level super-rendah dalam waktu lama. Sementara pemerintah juga telah mengumumkan pengucuran stimulus besar senilai $117 miliar pada bulan Januari lalu. Terlebih lagi rasio hutang terhadap GDP Jepang merupakan yang tertinggi di dunia. Jadi, baik BOJ maupun kabinet Abe harus pintar-pintar menjaga hubungan dengan partner-partner politiknya karena mereka memerlukan dukungan untuk dapat meloloskan proposal pemangkasan anggaran di masa depan. Kiprah pertama KUroda di kursi bank sentral turut berperan dalam pembentukan citra pemerintah di mata dunia. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar