Selasa, 24 Oktober 2017

market-outlook  Market Outlook

Wall St. Pekan ini: Rally (Mungkin) Belum Usai

Senin, 13 Mei 2013 10:30 WIB
Dibaca 501

Monexnews - Bursa saham Amerika Serikat kembali mencatat performa apik pekan lalu. Ketiga indeks utama sukses memetik penguatan selama tiga minggu beruntun berkat minat beli besar dari pelaku pasar. Rally berpeluang semakin panjang karena beberapa rilis data penting siap keluar dalam lima hari ke depan.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 telah menembus level pentingnya masing-masing, yakni 15.000 dan 1.600. Sementara Nasdaq berhasil naik 1.7% di pekan ke-dua Mei 2013. Terlepas dari besarnya penguatan di bursa saham Amerika, investor kemungkinan belum akan menarik uangnya dari aset-aset berisiko. Data pasar hunian, manufaktur dan belanja konsumen dapat melambungkan indeks ke rekor baru.

Pasar perumahan Amerika sedang bergeliat di tengah iklim suku bunga rendah yang ditetapkan oleh bank sentral. Pembelian obligasi sektoral senilai $85 miliar per bulan terbukti mampu memperbaiki kinerja pasar properti karena harga rumah terus naik dan penjualan hunian ikut meningkat. Pun demikian, belum tentu laporan sektor perumahan pekan ini pasti bagus di mata investor, terutama setelah laporan tenaga kerja bulan April memperlihatkan adanya penurunan daya serap pekerja di pasar perumahan. Indeks National Association of Home Builders, angka housing starts dan building permits akan menjawab ekspektasi pasar sepanjang minggu ini.

Penilaian warga Amerika terhadap laju perekonomian terkini juga menentukan arah saham. Jika masyarakat bersikap optimis menyikapi iklim pertumbuhan negaranya, maka minat beli saham berpeluang meningkat kembali. Dua data penting yang dapat menjawab harapan itu adalah retail sales dan sentimen konsumen Michigan, kedua data akan keluar pada hari Senin (13/05) dan Jumat (17/05). Sejauh ini tingkat beli konsumen terhitung bagus seperti terlihat pada laporan jobs April lalu. Penjualan makanan dan jasa menjadi sektor yang menyerap banyak tenaga kerja bulan lalu yakni 29.000 dan 38.000.

Indikator ekonomi utama lainnya yang tidak kalah penting adalah laporan sektor manufaktur, yang diwakili oleh data business inventories, empire manufacturing, industrial production, capacity utilization dan rilis The Fed Philadelphia. Dari rangkaian indikator manufaktur itu, pelaku pasar dapat menilai apakah laju pemulihan bisnis memang bergerak sesuai harapan.

Dari lini korporasi, JC Penney bersiap menurunkan laporan finansial kuartal pertama di hari Kamis (16/05). Pekan lalu produsen pakaian dan produk ritel ini merilis data pendahuluan, yang memperlihatkan bahwa angka penjualan turun sekitar 16%. Atas dasar itulah JC Penney awal bulan ini memutuskan untuk mengucurkan dana besar untuk tujuan iklan di televisi dan Youtube. "Kembalilah pada kami karena kami mendengarkan anda dan ingin berjumpa anda lagi," demikian pesan yang disampaikan oleh JC Penney dalam iklan-iklannya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar