Senin, 24 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

'Wall Street Butuh Koreksi Sehat'

Kamis, 14 Februari 2013 11:13 WIB
Dibaca 822

Monexnews - Di penghujung tahun 2012 lalu, pelaku pasar keuangan Amerika Serikat (AS) memiliki resolusi yang sama yaitu penyelesaian jurang fiskal dan penguatan bursa saham. Kurang dari dua bulan tahun 2013 berjalan, keinginan itu sudah terwujud dan bahkan melampaui harapan.

CNN Money melakukan survei di bulan Desember lalu terkait level ideal bagi indeks utama S&P 500 di akhir 2012. Konsensus 30 pakar keuangan dan ahli strategi Amerika kala itu menunjuk level 1,490 sebagai titik wajar penutupan tahun. Tetapi tidak disangka pasar saham menguat drastis di bulan Januari sehingga mampu merangsek ke psikologis 1,500.

Opini publik terbelah dalam menyikapi pergerakan fenomenal bursa ekuitas. Banyak yang menilai kenaikan tersebut sebagai imbas perbaikan ekonomi dan penuntasan isu jurang fiskal (yang sesungguhnya belum benar-benar tuntas). Namun ada pula yang menganggap minat berisiko pasar sudah melewati batas normal karena prospek ekonomi dalam negeri dan kondisi global belum pulih sepenuhnya. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang bursa saham Amerika di awal tahun 2013:

- Kenaikan di bulan Januari merupakan start terbaik indeks S&P 500 sejak 1997.

- Menurut Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, indeks S&P akan mengunci gain fantastis 78,5% di akhir 2013 apabila mengacu pada kinerja di bulan Januari.

- Dua indeks saham yakni Dow Jones dan S&P 500 mendekat ke level tertinggi sepanjang masa di tengah minat berisiko yang besar dari pengelola reksadana dan investor perorangan.

- Sepanjang bulan Februari (hingga 14/02/2013), S&P 500 sudah mencatat kenaikan di atas 1%.

- Penguatan panjang indeks dimotori oleh kebijakan stimulus bank sentral, terutama program pembelian obligasi senilai $2 triliun.

- Di kuartal IV 2012, sebagian besar emiten S&P 500 memang merilis jumlah laba di atas ekspektasi moderat analis keuangan. Namun 70% dari mereka juga mengumumkan proyeksi bisnis yang negatif untuk periode kuartal I 2013.

- Penguatan indeks terjadi berkat datangnya sentimen positif di waktu yang bersamaan, mulai dari kesuksesan negosiasi jurang fiskal, pemulihan minat berisiko investor, perbaikan data-data ekonomi sekaligus laporan earnings yang kuat di awal tahun.

Kini pertanyaan yang banyak terlontar di berbagai media adalah sampai kapan penguatan indeks akan berlangsung. Selalu ada suatu titik jenuh yang harus dilewati supaya kinerja pasar saham dianggap sehat dan bukan merupakan gelembung semu. Secara textbook, pasar saham AS pasti berbalik negatif jika indeks utama sudah menguat maksimal sebanyak 10% dari level tertingginya terakhir. Namun koreksi jangka pendek harus terjadi sesegera mungkin, tidak peduli seberapa besar penurunannya. "Kita sudah melihat adanya rally dramatis dan dibutuhkan koreksi secepatnya. Tapi bukan berarti trend pasar mesti mengarah turun," ujar Dan Greenhaus, Ahli Strategi BTIG. Greenhaus mengatakan dirinya akan sangat terkejut apabila melihat adanya kenaikan atau penurunan dalam skala besar, dan hanya berharap mengalami gejolak-gejolak kecil.

Sementara Jack Ablin, Chief Investment Officer BMO Private Bank, konsistensi rally sangat tergantung pada kinerja data-data ekonomi terbaru. Menurutnya perbaikan indikator ekonomi di akhir tahun lalu banyak terbantu oleh arus konsumsi warga, mulai dari pembelian kendaraan hingga belanja infrastruktur dan furnitur pasca badai Sandy. Pengeluaran konsumen secara mengejutkan juga kuat, terlepas dari kebijakan pajak pendapatan yang menekan sebagian golongan rumah tangga. Kalaupun ada indikator yang masih belum stabil tak lain adalah sektor lapangan kerja.

Faktor ke-dua tentu adalah kinerja dan kebijakan perusahaan anggota bursa sendiri. Di tengah minimnya alternatif investasi dengan return menarik, investor kini mulai memberanikan diri masuk ke pasar saham terutama pemilik modal yang sedang mendekati masa pensiun. Incaran mereka adalah saham dengan dividen yang sehat, seperti AT&T, General Electric dan McDonald's. "Investor yang kemarin ketinggalan penguatan harga, sekarang baru masuk dan justru membuat indeks makin tinggi," ujar Scott Wren, Ahli Strategi Saham Senior Wells Fargo. Berbeda dengan pendapat kebanyakan orang, Wren melihat belum tentu ada koreksi signifikan dalam waktu dekat. "Ketika semua orang menunggu koreksi, setidaknya di jangka pendek, justru biasanya tidak terjadi," imbuhnya.

Terlepas dari variasi opini di lantai bursa, selalu ada faktor-faktor dan kejutan yang bisa memutarbalikkan ekspektasi publik. Patut diingat bahwa krisis Eropa belum tuntas sama sekali, terlebih menjelang transisi kekuasaan di beberapa negara. Investor dipersilakan untuk menunggangi rally terkini namun diwajibkan tetap waspada dengan peluang penurunan, baik itu hanya koreksi sesaat atau sebuah pembalikan trend.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar