Minggu, 22 Oktober 2017

market-outlook  Market Outlook

Wall Street & Geopolitik, Menjadi Acuan Pasar Asia

Selasa, 27 Mei 2014 10:37 WIB
Dibaca 764

Monexnews -

Secara umum sentimen pasar Asia masih akan termotivasi oleh kinerja bursa Wall Street setelah indeks S&P 500 berhasil menorehkan rekor tertinggi di akhir pekan lalu (23/5) berkat sejumlah data fundamental yang apik.

Namun demikian situasi politik yang tidak menentu di negara Ukraina dan Thailand dapat melunturkan optimisme terhadap kondisi pasar sepanjang pekan ini. Bahkan eskalasi ketegangan di Laut Cina Selatan juga turut meningkat. Kabar terakhir menyebutkan bahwa penjaga pantai negara Vietnam menuduh China atas tenggelamnya salah satu kapal-kapal nelayan di perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Belum ada respon dari Beijing mengenai peristiwa tersebut.

Di negeri sakura, performa bursa Tokyo kembali akan bergantung pada nilai tukar yen setelah mata uang Jepang ini sempat melemah hingga ke level 102 terhadap dollar AS di awal pekan. Bila pelemahan yen berlanjut, ini akan memotivasi kalangan eksportir Nikkei untuk rally.

Sementara sektor pengembang dan properti di bursa Hong Kong akan sumringah pekan ini setelah muncul kabar bahwa otoritas Beijing akan mengendurkan sistem pembatasan terhadap kepemilikan rumah baru yang kemungkinan akan diberlakukan di sejumlah kota di China. Di saat yang sama, otoritas juga akan menambah anggaran subsidi terhadap perusahaan-perusahaan domestik guna memastikan sektor tersebut masih memiliki cukup modal untuk melanjutkan produktivitasnya sekaligus untuk menghindari default (kredit macet).

Namun demikian, rally Kospi – Korsel akan tersendat lantaran investor masih kecewa dengan data ekonomi yang rilis pekan lalu yang menunjukkan indeks harga produsen Korsel (producer prices index) merosot untuk kali ke-19 bulan beruntun hingga April. Sektor peritel nampaknya juga bakal kurang diminati investor pekan ini setelah perusahaan ritel terbesar seperti Lotte Shopping, Hyundai Department Store dan Shinsegae melaporkan angka penjualan yang merosot dibanding tahun sebelumnya.

Dan investor semakin enggan mengoleksi saham di bursa setelah pada hari Selasa (27/5) bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea) merilis data tingkat kepercayaan konsumen atau consumer sentiment index yang merosot hingga ke level terendah dalam 8 bulan terakhir di bulan Mei (105 vs 108).   

 

 

 

 

(daru wibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar