Jumat, 28 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Wall Street ‘Istirahat’ Setelah Rally Lima Pekan

Senin, 11 November 2013 14:57 WIB
Dibaca 716

Monexnews - Mengakhiri perdagangan pekan lalu, Wall Street ditutup dengan angka positif berkat tumbuhnya optimisme di kalangan investor menyusul sederet angka fundamental Amerika Serikat (AS) yang tampil berkinerja apik pada pekan itu.

Rally di hari Jumat itu (8/11), akhirnya membuat Dow Jones dan S&P 500 sama-sama mencetak penguatan selama lima pekan berturut-turut. Dalam sepekan, indeks Dow Jones rally 0,9% dan S&P 500 menguat 0,5%. Namun Nasdaq terkoreksi tipis 0,1%. Data tenaga kerja AS yang solid di akhir pekan (Non-farm Payrolls), berhasil mendorong pasar negeri Paman Sam melaju hingga ke kisaran tertingginya dalam lima pekan berturut-turut. Sebelumnya di hari Kamis, angka pertumbuhan AS (GDP-III) juga memberikan hasil yang cemerlang.

Pemerintah AS mengumumkan sebanyak 204.000 tenaga kerja baru telah di hasilkan pada bulan Oktober lalu, jauh lebih tinggi dari prediksi analis yang memperkirakan hanya 125.000. Sedangkan pada bulan September, angka tenaga kerja yang berhasil di serap mendapat revisi menjadi 163.000.  

Sementara angka pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal-3 (GDP III) tercatat mengalami lonjakan sebesar 2.8% sepanjang bulan Juli s/d September. Angka itu jauh lebih tinggi dari prediksi analis yang memperkirakan hanya 2%. Sedangkan pada kuartal II, angka GDP tercatat pada level 2.5%.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat lalu, indeks Dow Jones melesat sebanyak 167,80 poin atau rally +1,08% pada level 15.761,78. Indeks Standard & Poor's 500 melonjak 23,46 poin (+1,34%) menuju area 1.770,61. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq melaju 61,90 poin atau menguat +1,60% ke level 3.919,23.

Dan untuk perdagangan hari Senin (11/11), Wall Street akan rehat sejenak dan beristirahat selama satu hari lantaran pasar Amerika tutup berkenaan libur nasional menyambut hari veteran (veteran day).    

Tingginya antusiasme investor terhadap bursa, tidak dipungkiri karena fokus investor selama ini tertuju kepada pertumbuhan ekonomi. Meskipun respon mereka terhadap laporan tenaga kerja bisa berujung dikuranginya stimulus the Fed. Namun kalangan pelaku pasar melihat ada faktor positif yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Alhasil, kinerja fundamental yang apik tersebut bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, ekonomi mengalami pertumbuhan, namun di sisi lain hal itu menjadi alasan bagi bank sentral (the Fed) untuk mulai mengurangi stimulus moneter nya. Bahkan isu tapering kini kian santer diperbincangkan, dan kalangan pelaku pasar memperkirakan the Fed kemungkinan besar akan melakukan tapering pertama di bulan Desember tahun ini.   

Atau setidaknya nuansa isu tapering kemungkinan besar akan terus bergulir hingga di penghujung akhir tahun ini. Dan sepanjang periode itu, prospek pasar akan terus terbebani oleh ketakutan terhadap pengurangan stimulus yang bisa berdampak terhadap kinerja indeks bursa Wall Street untuk menguat lebih lanjut.

 

(Daru Wibisono)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar