Sabtu, 22 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Wall Street Pekan Ini: Isu Politik di Atas Data Ekonomi

Senin, 9 September 2013 11:18 WIB
Dibaca 764

Monexnews - Untuk kali pertama tahun ini, isu geopolitik berpengaruh sangat besar terhadap peta pergerakan harga produk keuangan dunia. Mulai dari saham sampai komoditi, prospeknya sangat tergantung pada kepastian perang antara kubu Syria dan blok barat.

Bursa saham Amerika Serikat berpotensi fluktuatif pekan ini di tengah perkembangan isu Syria. Anggota kongres mulai kembali bekerja di Washington pasca menjalani periode reses Senin ini (09/09). Pekerjaan pertama mereka setelah rehat hanya satu, yakni menentukan keterlibatan negaranya dalam konflik Syria atau tidak.

Selama sekitar dua pekan terakhir, presiden Barack Obama berusaha keras melobi anggota kongres supaya mereka mau memberi restu penyerangan militer ke Timur Tengah. Klaim penggunaan senjata kimia oleh presiden Bashar al-Assad dijadikan alasan oleh Gedung Putih untuk kembali menjalankan perannya sebagai polisi dunia. Pihak intelijen sudah bekerja guna menentukan target-target lokasi dan figur yang dinilai bertanggungjawab terhadap jatuhnya ribuan korban jiwa. Jika tiada aral melintang, maka perang bisa dimulai secepatnya pekan ini.

Selain merayu pemangku kepentingan dalam negeri, presiden Obama juga bergerilya merebut dukungan dunia internasional. Sekutu-sekutu lama seperti Inggris dan Prancis kemungkinan besar siap ambil bagian dalam proyek perang ini. Sementara di lain kubu, pihak Rusia suda terang-terangan memasang badan atas segala ancaman militer yang ditujukan kepada koleganya, Syria. Faktor dukung mendukung inilah yang akan membuat situasi politik makin pelik.

Pekan lalu ketiga indeks utama Wall Street mencatat penguatan. Walaupun dibayangi oleh perang Syria, pelaku pasar masih gemar melakukan aksi beli dengan berpedoman pada membaiknya sederet data ekonomi. Dow Jones Industrial Average menguat 0.8% minggu lalu, S&P 500 naik 1.4% dan Nasdaq melesat nyaris 2%.

Terdapat beberapa event emiten yang rentan mempengaruhi iklim pasar saham dalam lima hari ke depan. Salah satunya adalah pertemuan yang digelar oleh Apple Inc hari Selasa besok (10/09), di mana pengamat teknologi memprediksi acara ini sebagai perkenalan produk iPhone terbaru. Namun belum ada yang tahu pasti varian produk apa yang akan ditampilkan, bisa jadi berupa iPhone murah, iWatch atau proyek TV-nya. Bahkan event Apple bukan tidak mungkin dijadikan ajang peluncuran iPad terbaru, yang selama ini sudah ditunggu-tunggu oleh komunitas tablet dunia.

Sementara dari agenda laporan laba rugi, perusahaan yang dijadwalkan merilis data keuangannya adalah Men's Warehouse (MW) dan Lululemon (Kamis 12/09). Untuk laporan ekonomi domestik, data-data yang patut dicermati oleh investor antara lain data treasury budget, consumer credit, retail sales, PPI dan Michigan consumer sentiment.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar