Rabu, 22 November 2017

market-outlook  Market Outlook

Wall Street Pekan Ini: Kembali ke Payrolls dan Rangkaian Data

Senin, 4 Maret 2013 12:03 WIB
Dibaca 733

<span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Klausul pemangkasan anggaran pemerintah federal resmi aktif pekan lalu setelah pejabat terkait gagal menjalin kesepakatan untuk menundanya. Kini perekonomian Amerika Serikat terancam melemah akibat ketiadaan dana belanja daerah yang mencukupi.

Fokus perhatian pelaku pasar keuangan pekan ini akan terpusat pada rapor perekonomian terbaru negara Amerika Serikat. Indikator terpenting tentu saja adalah laporan jumlah tenaga kerja bulanan yang dirilis hari Jumat pagi waktu setempat (08/03). Daya serap tenaga kerja berangsur membaik dan mampu mengimbangi kenaikan jumlah populasi di Amerika. Namun departemen tenaga kerja bulan lalu menyatakan rasio pengangguran belum berangsur turun sejak bulan September 2012.

Fakta tersebut sejatinya bukan merupakan kabar bagus di tengah fase pemangkasan anggaran. Pemerintah federal harus menghemat kas hingga $85 miliar dalam tujuh bulan ke depan sehingga beberapa sektor akan kehilangan sumber dana. Ancaman terbesar adalah potensi PHK ratusan ribu pegawai negeri di daerah dan kemungkinan pemecatan pegawai di industri-industri terkait. Apabila pemangkasan ini memang berlaku sepanjang tahun, maka perekonomian Amerika akan menyusut sebanyak 0,6 poin persentase dan mengurangi penciptaan tenaga kerja full-time sebanyak 750.000 posisi. Demikian hasil riset Kantor Anggaran Kongres.

Kembali ke laporan Non-farm Payrolls, hasil survei ekonom briefing.com menyimpulkan bahwa jumlah tenaga kerja baru di bulan Januari lalu bertambah 165.000 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibanding kenaikan jumlah yang tercatat di bulan Januari, yakni 157.000 orang. Pun demikian, rasio pengangguran sepertinya belum beranjak dari level 7,9% atau masih di atas catatan bulan September tahun lalu yang sebesar 7,8%. Selain itu, masih ada data sekunder dari sektor tenaga kerja pekan ini, termasuk laporan perubahan peta lapangan kerja versi ADP serta klaim pengangguran, baik klaim pendahuluan maupun klaim berjalan. Ekonom yang disurvei oleh CNN meyakini pertumbuhan tenaga kerja kembali berlanjut tahun ini, dengan laju yang kurang lebih sama dengan tahun lalu. Jika memang hasilnya identik, maka lini perekonomian Amerika akan membuka sebanyak 2,2 juta lapangan kerja sehingga rasio pengangguran tahun ini akan turun ke 7,5%.

Indikator penting lainnya yang layak untuk dicermati tengah pekan ini adalah Beige Book Federal Reserve, survei tentang kinerja ekonomi per wilayah. Sementara dari sektor manufaktur, data ISM sektor jasa, factory orders, unit labor cost dan wholesale inventories juga siap diumumkan. Pekan lalu data ISM menunjukkan bahwa aktivitas jasa bulan di bulan Februari melaju lebih cepat dibanding perkiraan. Akan tetapi performa produksi secara global masih mengkhawatirkan, terutama setelah sektor manufaktur China melemah di luar dugaan bulan lalu.

Ketiga indeks utama Amerika sukses menutup pekan di level yang lebih tinggi dibanding satu pekan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0.6%, S&P 500 menguat 0.2% dan Nasdaq naik 0.3%. Indeks Dow Jones kini hanya membutuhkan 1% lagi untuk menggapai level tertinggi sepanjang masa dan S&P memerlukan tambahan 4% untuk merangsek ke puncak. Terlepas dari obsesi pelaku pasar untuk melihat kedua indeks kembali memecahkan rekor tertingginya, performa pasar saham di awal Maret sangat ditentukan oleh serial data ekonomi dan resolusi kebijakan soal pemangkasan anggaran. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar