Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

market-outlook Market Outlook

Wall Street Pekan Ini: Menanti Jawaban the Fed

Senin, 16 September 2013 10:06 WIB
Dibaca 847

Monexnews - Setelah dihanyutkan oleh ketidakpastian tentang sikap moneter Federal Reserve selama beberapa bulan terakhir, investor akhirnya akan mendapatkan jawabannya pekan ini. Ben S. Bernanke akan memberi kejelasan soal kesinambungan stimulus dan pendapatnya tentang kondisi ekonomi terkini.

Walaupun konsisten menguat sejak awal tahun 2013, bursa saham Amerika Serikat cenderung rapuh setidaknya dalam 3 bulan terakhir. Isu penarikan stimulus moneter oleh bank sentral membuat prospek saham tidak lagi secemerlang kala pemulihan ekonomi baru berlangsung. Investor takut kalau suntikan dana murah ke sistem ekonomi senilai $85 miliar per bulan membuat laju bisnis dan daya beli konsumen tidak lagi sebaik pada waktu stimulus masih ada. Walaupun sempat menuai keraguan dari pelaku ekonomi dan investor, harus diakui bahwa gelontoran stimulus the Fed memang membantu laju perekonomian domestik.

Pasca mengalami periode naik turun di tengah ketidakpastian langkah moneter bank sentral, tiga indeks saham utama Amerika masih mampu bertahan di dekat posisi terbaiknya. Paramater kunci yang mengukur volatilitas pasar ekuitas, VIX, turun ke level yang mencerminkan ketenangan investor. Sementara indeks volatilitas versi CNN, Fear and Greed Index, juga berada dalam posisi netral.

Yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika, yang sempat melonjak pasca komentar Bernanke soal wacana penghentian stimulus di bulan Mei, masih berkutat dekat level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Yield untuk treasury bertenor 10 tahun berkisar di bawah 3%. Mengingat perannya sebagai acuan untuk tingkat pinjaman konsumen, kenaikan yield obligasi 10-tahun ini sudah memicu kenaikan suku bunga kredit perumahan. Fakta tersebut diyakini bisa membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam rencana penghentian stimulus, mengingat investor harus mencerna perubahan kebijakan dan gejolak di pasar saham harus dihindari. Oleh karena itu pelaku pasar harus benar-benar mencermati pernyataan resmi Bernanke pasca pertemuan dua hari yang dimulai esok Rabu.

Kontrak saham (futures) Amerika Serikat pada hari Minggu kemarin menguat setelah muncul kabar pengunduran diri Larry Summers dari kontestasi Gubernur Bank Sentral Amerika. Mundurnya ekonom ulung ini disambut baik karena proses pencalonan nanti diprediksi lebih mulus. Pengajuan nama Summers tadinya diyakini bisa memicu pertentangan di kongres sehingga rentan menghambat munculnya gubernur baru pengganti Bernanke.

Headline untuk pekan ini memang masih didominasi oleh wacana penghentian stimulus Federal Reserve. Namun tidak ada salahnya untuk tetap memantau berita-berita emiten yang tengah bergulir serta laporan keuangannya masing-masing. FedEx dan Oracle akan mengumumkan laporan laba ruginya dalam beberapa hari ke depan. Sementara pelaku pasar juga menunggu kepastian soal IPO salah satu perusahaan jejaring sosial paling laris di dunia, Twitter. Dari aspek geopolitik, perkembangan isu Syria bisa dikesampingkan sementara waktu karena pihak-pihak yang bertikai sudah mau menahan diri. Hanya jika terjadi pergolakan besar dalam beberapa hari ke depan, maka isu perang akan kembali mengemuka.

Pekan lalu indeks Dow Jones ditutup naik setengah persen ke posisi 15376.06 dan S&P 500 menguat 0.3% ke 1687.99. Sementara meraup keuntungan 0.2% untuk menutup pekan di posisi 3722.18.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar