Minggu, 23 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Wall Street Sulit Ulangi Catatan Apik 2012

Rabu, 2 Januari 2013 12:14 WIB
Dibaca 746

Monexnews - Sepanjang tahun 2012, bursa saham Amerika Serikat mencatat penguatan sekitar 13%. Kenaikan diperkirakan masih terjadi tahun ini meskipun rasionya tidak akan begitu tinggi. Sebanyak 30 pakar strategi dan manajer keuangan yang disurvei CNN Money memprediksi indeks S&P500 akan mengakhiri 2013 di kisaran 1,490 atau setara dengan kenaikan 4,5% dari levelnya saat ini. Estimasi pelaku pasar terbilang sangat moderat karena rasio kenaikannya bahkan tidak sampai separuh dari total penguatan selama 2012.

Beberapa alasan yang menyebabkan banyak analis begitu pesimis dengan kinerja ekuitas dalam 12 bulan ke depan antara lain adalah kontroversi fiskal Amerika. Terlepas dari apapun resolusi yang nantinya dihasilkan, perdebatan antara kongres dan Gedung Putih sudah terlanjur membuat investor mengubah proyeksi bisnis dan investasinya. Potensi risiko yang semakin besar di lantai bursa menggiring investor ke aset lain yang lebih aman seperti obligasi. Apalagi di akhir tahun lalu, sebagian besar komponen indeks utama telah mengubah target pendapatan untuk 2013, yang angkanya tidak se-agresif tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pelaku pasar keuangan yang pesimis dengan performa bursa adalah Chief Market Strategist ING Investment, Doug Cote. "Saya tidak memperkirakan adanya 'Armageddon', tapi lebih bijak untuk mengambil posisi defensif tahun ini," ujar Cote. Pun demikian, ia masih berani menargetkan level target 1,515 bagi indeks S&P 500 di tahun 2013. Sementara untuk pendapatan korporasi, Cote meyakini pertumbuhannya hanya flat dengan kecenderungan negatif. Perusahaan-perusahaan asal Amerika konsisten mencetak pertumbuhan laba tahunan selama 11 kuartal beruntun, dan catatan bagus itu baru terputus di kuartal III 2012. "Jarang sekali ada fase negatif pada pertumbuhan laba korporasi, tapi sekarang semua mungkin karena isu fiscal cliff," tambah Cote. Ia bahkan sudah jauh hari berniat menarik dana dari pasar saham dan mengalihkannya ke pasar obligasi.

Proyeksi lebih bearish bahkan diungkapkan oleh Ben Halliburton, Chief Investment Officer Tradition Capital Market. Target S&P 500 di tahun 2013 versinya adalah 1,200, atau justru turun 16% dari level yang tercapai di penghujung tahun lalu. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir perusahaan telah melakukan segalanya untuk memangkas biaya dan melakukan efisiensi. Kombinasi kebijakan itulah yang membuat marjin profit dekat rekor tinggi dalam sejarah. "Semua pihak telah melakukan jerih payahnya," ujar Halliburton. Oleh karena itu, segala indikasi perlambatan ekonomi lebih lanjut nantinya akan berdampak sangat besar terhadap pendapatan usaha.

Meski pertumbuhan dua dijit pada indeks S&P terbilang sulit dicapai, masih ada analis yang tidak menutup kemungkinan tersebut. Strategist Saham Ryan Dietrick dari Schaeffer's Investment Research mengungkapkan optimismenya bahwa indeks utama akan menguat 15% tahun ini. Investor masih akan dihantui oleh berbagai isu yang telah ada sejak 2012, namun belum waktunya pasar saham melemah dalam waktu dekat. "Penurunan kinerja pasar saham akan terjadi, namun baik Dow dan S&P 500 akan mengulang lagi rekor tertinggi 2007 pada tahun ini," timpal Dietrick. Ia beralasan bahwa saham-saham yang sejak lama tampil buruk akan mendapatkan momentumnya untuk menunggangi rally indeks yang sudah dimulai sejak 2009 silam.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar