Selasa, 25 Juli 2017

market-outlook  Market Outlook

Pergerakan Yield Obligasi & Imbasnya Terhadap Komoditas

Senin, 19 Agustus 2013 21:40 WIB
Dibaca 1039

Monexnews -

Pasar obligasi masih melanjutkan kejatuhannya seiring dengan kenaikan yield Treasury AS ke level tertingginya dalam 2 tahun terakhir, akibat ketidakpastian kebijakan moneter menekan sentimen para investor.

Terpantau sejauh ini yield Treasury AS pada tenor 10-tahun meroket ke 2.85%, setelah sempat melonjak ke 2.87% di sesi Asia. Yield ini merupakan level tertingginya sejak Juli 2011. Sementara pada tenor 30-tahun, yield menanjak ke 3.86%, level tertinggi sejak Agustus 2011.

Kenaikan yield obligasi As ini mencerminkan antisipasi para investor terhadap pengurangan stimulus The Fed dalam waktu dekat. Berbagai data sebelumnya seperti jobless claims, dan laporan CPI turut menopang kenaikan yield di pekan lalu akibat perbaikan laju ekonomi. 

Indeks harga saham AS juga turut terpengaruh oleh harga obligasi, harga obligasi yang menurun (kebalikan dengan yield yang melejit) akan berdampak negatif untuk harga saham karena hal ini berarti kenaikan tingkat suku bunga sehingga biaya pinjaman berbagai perusahaan menyebabkan perhitungan intrinsic value suatu perusahaan menjadi lebih rendah.

Selain itu penurunan harga obligasi saat ini merupakan sinyal kenaikan harga komoditas, karena penurunan obligasi yang berarti kenaikan yield merupakan cerminan dari kenaikan ekspektasi inflasi atau harga komoditas. Maka lonjakan yield obligasi AS bila berlanjut hingga ke 3% dapat dijadikan bullish indicator untuk harga komoditas.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar